DAMPAK PORNOGRAFI PADA REMAJA

Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah baik Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! – 1 Korintus 6:18-20

Sejauh ini kata-cari yang paling sering digunakan di internet adalah yang berhubungan dengan pornografi. Zaman ini pornografi merajalela. Dibanding dengan hal-hal lain, Iblis berhasil memutarbalikkan seks. Iblis mengambil apa yang baik dan benar (seks antara suami dan istri) dan menggantikannya dengan nafsu, pornografi, perzinahan, pemerkosaan dan homoseksualitas. Pornografi merupakan langkah pertama kepada jalan licin kepada kejahatan dan kebejatan moral (Roma 6:19). Sebagaimana pengguna narkoba, yang akan menggunakan narkoba dalam jumlah makin banyak dan dosis yang lebih tinggi, pornografi juga akan menyeret orang kepada kecanduan seksual dan keinginan-keinginan yang berdosa. Tiga kategori dosa itu: keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yohanes 2:16). Pornografi jelas menyebabkan keinginan daging, dan tidak dapat disangkal, keinginan mata. Jelas pornografi bukan sesuatu yang kita boleh pikirkan.

Remaja adalah suatu fase yang harus dialami manusia sebagai individu. Remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12 – 22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikolog. Dalam perkembangannya remaja mengalami perubahan emosional, kognitif, dan psikis, salah satu perubahan yang tidak bisa dihindari adalah motivasi dan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap berbagai hal yang menimpa dirinya termasuk masalah-masalah yang berhubungan dengan seksualitas. Kecanggihan teknologi membuat mudahnya mengakses content bermuatan seks yaitu pornografi sehingga banyak remaja yang menikmati hal ini dan menjadi candu. Paparan pornografi pada anak-anak terutama didapat melalui intenet yang diperburuk dengan “lifestyle” dan kurangnya pengawasan, tidak ada komunikasi, tuntutan terlalu tinggi, kekerasan pada anak, tidak tahu potensi anak, serta diskriminasi dari orang tua dan lingkungan dapat memicu remaja untuk dapat terpapar pornografi.

Berdasarkan survey yang dilaksanakan Kemenkes tahun 2017 sebanyak 94% siswa pernah mengakses konten porno yang diakses melalui komik sebanyak 43%, internet sebanyak 57%, game sebanyak 4%, film/TV sebanyak 17%, Media sosial sebanyak 34%, Majalah sebanyak 19%, Buku sebanyak 26%, dan lain-lain 4%.

Berikut ini adalah video tentang bahaya atau dampak yang dapat ditimbulkan oleh Pornografi bagi tubuh manusia

 

Pornografi sendiri merupakan sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitas seksual yang melanggar norma kesusilaan (UU No. 44 Th 2008 tentang pornografi). Sudah menjadi rahasia umum bila pornografi dapat menimbulkan kecanduan, candu pornografi menjadi salah satu isu serius di seluruh dunia, termasuk indonesia. Tingkat kecanduan pornografi menurut Skinner 2005 dibagi menjadi :

  • Level 1 :  melihat pornografi sekali atau dua kali setahun, paparan sangat terbatas
  • Level 2 : beberapa kali setiap tahun tetapi tidak lebih dari enam kali, fantasi  sangat minimal
  • Level 3 :  mulai muncul tanda kecanduan, sebulan sekali, mencoba menahan diri
  • Level 4 :  mempengaruhi fokus untuk tugas sehari-hari, beberapa kali dalam sebulan
  • Level 5 :  Setiap minggu, berusaha keras untuk berhenti, namun mulai mengalami gejala withdrawal
  • Level 6 :  Setiap hari untuk memikirkan pornografi, menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan
  • Level 7 :  perasaan ketidakberdayaan dan keputusasaan bila tidak melihat pornografi, konsekuensi negatif

Ciri-ciri anak atau remaja yang kecanduan pornografi adalah :

  • Sering tampak gugup apabila ada yang mengajaknya komunikasi, menghindari kontak mata.
  • Tidak punya gairah aktivitas, prestasi menurun
  • Malas, enggan belajar dan enggan bergaul, sulit konsentrasi
  • Enggan lepas dari gawainya (gadget), bila ditegur dan dibatasi penggunaannya akan marah
  • Senang menyendiri, terutama dikamarnya, menutup diri
  • Melupakan kebiasaan baiknya.

Seperti halnya narkoba, kecanduan pornografi juga mengakibatkan kerusakan otak yang cukup serius. Pornografi bukan hanya merusak otak dewasa tetapi juga otak anak. Kerusakan otak tersebut sama dengan kerusakan otak pada orang yang mengalami kecelakaan mobil dengan kecepatan sangat tinggi. Kerusakan otak yang diserang oleh pornografi adalah Pre Frontal Korteks (PFC), bagi manusia bagian otak ini merupakan salah satu bagian yang paling penting karena bagian otak ini hanya dimiliki oleh manusia sehingga manusia memiliki etika bila dibandingkan binatang. Bagian otak ini berfungsi untuk menata emosi, memusatkan konsentrasi, memahami dan membedakan benar dan salah, mengendalikan diri, berfikir kritis, berfikir dan berencana masa depan, membentuk kepribadian, dan berperilaku sosial.

Awalnya saat melihat pornografi, reaksi yang ditimbulkan adalah perasaan jijik, hal ini terjadi karena manusia mempunyai sistem limbik, sistem ini pula yang mengeluarkan hormon dopamin untuk menenangkan otak, tetapi dopamin juga akan memberi rasa senang, bahagia sekaligus ketagihan. Dopamin mengalir ke arah PFC, PFC menjadi tidak aktif karena terendam dopamin. Apabila dopamin semakin banyak maka seseorang akan timbul rasa penasaran dan semakin kecanduan melihat pornografi, namun untuk memenuhi kepuasan dan kesenangannya, seseorang akan melihat yang lebih porno / vulgar lagi untuk memicu dopamin yang lebih banyak. Karena terus dibanjiri dopamin, PFC akan semakin mengkerut dan mengecil dan lama-lama menjadi tidak aktif akibanya fungsi dari bagian otak ini semakin tidak aktif.

Akibat dari kecanduan pornografi sangat membahayakan bagi orang yang bersangkutan dan orang-orang di sekitarnya, seperti :

  • Mengubah sikap dan persepsi tentang seksualitas bahwa wanita dan anak-anak hanya merupakan obyek seks saja
  • Meningkatkan eksplorasi seks remaja sehingga dapat terjadi perilaku seks bebas dan perilaku seksual beresiko
  • Mudah berbohong
  • Menurunkan harga diri dan konsep diri
  • Depresi dan ansietas
  • Pendidikan terganggu
  • Terjadi penyimpangan seksual

Hal tersebut tentu saja merusak tatanan norma-norma dalam masyarakat, merusak keserasian hidup keluarga dan masyarakat.

Pornografi merupakan adiksi baru yang tidak tampak pada mata, tidak terdengar oleh telinga, namun menimbulkan kerusakan otak yang permanen bahkan melebihi kecanduan narkoba. Apabila remaja sudah mengalami kecanduan pornografi, kerusakan otak yang sudah ditimbulkan dapat dipulihkan melalui berbagai terapi, sedangkan kecanduan yang terjadi dapat dihentikan dengan pendampingan dari orang tua dan keluarga dan apabila diperlukan dapat meminta bantuan psikolog.

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8). Pornografi menyebabkan kecanduan (1 Korintus 6:12; 2 Petrus 2:19), merusak (Amsal 6:25-28; Yehezkiel 20:30; Efesus 4:19), dan mengakibatkan kejahatan (Roma 6:19). Memuaskan nafsu kita terhadap orang lain di dalam pikiran kita (esensi dari pornografi) merupakan hal yang menjijikkan di hadapan Tuhan (Matius 5:28). Ketika kebiasaan pornografi menjadi karakteristik seseorang, hal ini hanya menunjukkan bahwa orang tersebut belum diselamatkan (1 Korintus 6:9).

 

Jika dalam hidup kita masih ada keterikatan dengan Dosa Pornografi dan rindu untuk dilepaskan oleh Tuhan, sesunguhnya Dia mau dan mampu melepaskan kita dan memberi kita kemenangan. Asalkan kita sungguh-sungguh mau bertobat, meminta pengampunan dan merendahkan diri dihadapan-Nya. Apakah Saudara terlibat dalam pornografi dan mau bebas dari keterikatan? Berikut ini beberapa langkah menuju kemenangan:

(1) Akui dosa Saudara kepada Tuhan (1 Yohanes 1:9).

 (2) Berdoa pada Allah untuk penyucian, pembaruan dan perubahan pikiran Saudara (Roma 12:2).

(3) Minta Allah memenuhi pikiran Saudara dengan (Filipi 4:8).

(4) Belajar menguasai tubuh Saudara dalam kesucian (1 Tesalonika 4:3-4).

(5) Pahami makna sebenarnya dari seks dan hanya penuhi kebutuhan seks Saudara dengan pasangan pernikahan (1 Korintus 7:1-5).

(6) Sadari bahwa jika Saudara hidup dalam Roh, Saudara tidak akan mengikuti keinginan daging (Galatia 5:16)

(7) Lakukan semua hal-hal praktis yang dapat mengurangi kontak Saudara dengan pornografi (cthnya: instal penghalang pornografi di komputer Anda, kurangi menonton TV dan video yang akan menjadi pemicu pada pornografi, perbanyak waktu doa dan baca Firman Tuhan, bergabung dalam komunitas Rohani Krisren agar kita dapat saling mendoakan dan menguatkan satu sama lain).

   Salah contoh Pergaulan yang baik dapat kita lihat dalam Alkitab adalah persahabatan Yehu dan Yosafat, dimana seorang sahabat yang baik adalah sahabat yang menuntun kita kepada kebenaran Firman Tuhan. Yehu berani menegur Yosafat (sebagai raja Yehuda), karena ia tak ingin sang raja mengalami kehancuran karena telah menjalin hubungan dengan orang-orang fasik. Orang fasik adalah orang yang tidak mengindahkan perintah Tuhan sehingga kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata. Yehu menegur Yosafat karena telah membangun hubungan dengan orang-orang yang tidak punya hati takut akan Tuhan, bersahabat dengan mereka yang membenci Tuhan yang disembah oleh bangsanya. hal ini sangat berbahaya.

“Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.” (2 Tawarikh 19:2)

Ada Beberapa hal yang perlu kita perhatikan supaya tidak terjerumus ke dalam lingkungan pergaulan yang salah Yaitu:

PERGAULAN YANG MEMBANGUN IMAN

“Siapa bergaul dengan orang bijak akan menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang” (Amsal 13:20)

   Manusia adalah makhluk sosial, artinya tak bisa hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain. Selama kita menjalani hidup di dunia ini kita saling membutuhkan satu sama lain, memerlukan kerja sama satu sama lain. Sulit rasanya bagi seorang individu untuk hidup seorang diri tanpa menjalin hubungan atau kerja sama dengan orang lain. Bisakah kita hidup tanpa orang lain? Berdasarkan ‘saling membutuhkan’ inilah akhirnya terjalin sebuah pertemanan, lalu kepada pertemanan yang lebih karib yaitu persahabatan.

Pada era modern seperti sekarang ini, dimana  teknologi informasi berkembang dengan sangat pesat melalui media internet, dunia seakan hanya dalam genggaman tangan saja. Sosial Media, Kanal Streaming, berbagai aplikasi  perpesanan (messenger) dan aplikasi pertemanan yang lainnya, akan sangat mempermudah seseorang untuk membangun hubungan/relasi, baik untuk kepentingan bisnis, pendidikan maupun pertemanan, karena sudah tidak lagi dibatasi oleh tempat, jarak dan juga waktu.

Sebagai anak muda Kristen, kita harus lebih bijak menggunakan media tersebut dalam bergaul atau mencari teman. pergaulan menjadi sangat penting di dalam kehidupan remaja dan pemuda Kristen karena pergaulan dimasa muda kita akan sangat berpengaruh terhadap masa depan kita. Pergaulan hari ini dapat menjadi penentu kehidupan kita di masa yang akan datang. Sebab itu, kita harus pandai di dalam memilih teman atau sahabat. Sebagai pemuda Kristen, kita harus bisa membedakan hal baik dan buruk di dalam pergaulan.

“sebab pergaulan yang buruk dapat merusakkan kebiasaan hidup yang baik” (1 Korintus 15:33).

1. Tidak mencari kesenangan Sesaat

Kebanyakan pergaulan yang salah memang terasa lebih membahagiakan untuk saat ini saja. Tapi apakah yang kita butuhkan hanya kesenangan sesaat? Tentu saja tidak! Kita juga perlu memikirkan ke mana kita akan melangkah selanjutnya dan dampaknya untuk masa depan kita nanti. Ada harga yang harus kita bayar, karena keputusan kita yang salah saat ini akan membawa penyesalan yang mendalam di masa yang akan datang.

2. Pengaruh dari Teman

Pertemanan akan menjadi salah satu faktor terbesar sifat kita terbentuk. Teman bisa membawa kita untuk melakukan hal baik atau buruk. Keputusan ada di tangan kita, apakah kita mau memilih hal yang baik atau buruk? jika kita memilih untuk membentuk karakter yang baik, pilihlah teman yang bisa membawa pengaruh baik.

“Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.” (Amsal 18:24)

3.Terlalu nyaman dengan lingkungan pergaulan

Nyaman di dalam lingkungan pergaulan bisa berdampak baik dan juga buruk. Itu semua tergantung dari di mana lingkungan pergaulan kita berada. Jika kita bergaul dengan teman-teman yang rajin beribadah dan membaca Alkitab, maka kita akan termotivasi untuk rajin beribadah dan membaca Alkitab. Begitupun sebaliknya jika kita nyaman dengan teman-teman yang malas untuk beribadah maka hal ini akan membentuk kebiasaan kita untuk malas untuk beribadah, karena sudah terbiasa dengan lingkungan seperti itu.

“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” (Amsal 13:20)

4.Rasa kecewa

Yang menjadi faktor penyebab terjerumusnya pergaulan anak muda Kristen salah satunya adalah rasa kecewa. Mungkin kecewa dengan keluarga, teman, kekasih atau gebetan. Jika kita sedang kecewa dan masuk ke lingkungan yang salah. Maka bisa jadi kamu akan melakukan sesuatu hal yang tidak baik. Oleh karena itu, kita harus memilih teman atau sahabat yang takut akan Tuhan, yang dapat menguatkan kita dengan ayat-ayat firman Tuhan untuk membangun keimanan kita kepada Tuhan Yesus. Jangan sampai kita menjauh dari Tuhan, karena Tuhan Yesuslah yang akan menolong dan menuntun kita untuk lepas dari rasa kecewa kita.Salah satu ciri utama seorang sahabat sejati adalah mengasihi sahabatnya di segala keadaan. Mengasihi bukan hanya saat suka, tapi juga dalam keadaan susah.

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17)

Jika kita renungkan beberapa ayat-ayat Firman Tuhan di atas, kita akan lebih sadar dalam memilih teman atau dengan siapa kita bergaul. Kita diingatkan untuk memilih teman bukan hanya berdasarkan rasa suka, nyaman, atau membuat kita bahagia untuk masa kini saja, melainkan dapat memilih teman atau sahabat yang dapat mendorong dan menuntun kita ke dalam kebenaran firman Tuhan. dan Seorang anak Tuhan harus bijak dalam memilih teman atau sahabat. Bergaulah dengan orang-orang yang bukan hanya tulus namun juga dapat membangun kita di dalam iman.

 Generasi Yeremia

Yeremiah adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang dipanggil dan dipersiapkan semenjak masa mudanya untuk masuk ke dalam panggilan kenabiannya. Di dalam Alkitab, seseorang yang mengalami panggilan semenjak masa muda mereka memiliki kekhususan yang penting. Mereka yang mengalami panggilan dan pembentukan Allah semenjak dari masa muda mereka biasanya memainkan peran yang menentukan yang menjadi “pivotal point” (titik balik) bagi rencana Allah buat umatnya.

Di Zaman Akhir ini Tuhan sedang melahirkan satu generasi yang baru, yakni Generasi Yeremia. Tuhan sedang membangkitkan satu generasi yang luar biasa, yang berjalan dalam otoritas dan pengurapan Tuhan untuk berdiri tegak bahkan berani melawan arus guna melakukan setiap perintah dan kehendak-Nya, persis seperti Tuhan memakai nabi Yeremia pada zamannya. Sebagai generasi muda yang ingin dipakai Tuhan, ada 3 hal yang harus kita lakukan jika ingin berjalan dalam pengurapan Yeremia dan menjadi bagian dari Generasi Yeremia yaitu:

1. Hidup Mengandalkan Tuhan (Yer. 17:5-7)
Firman Tuhan dengan jelas berkata bahwa terkutuklah orang yang mengandalkan manusia atau mengandalkan kekuatannya sendiri. Kalau Alkitab berkata sedemikian kerasnya maka satu hal yang pasti, yaitu bahwa Tuhan mau supaya kita selalu mengandalkan Dia, kalau kita ingin diberkati dan dipakai oleh Tuhan. Mengapa harus demikian? Karena segala sesuatu yang baik itu berasal dari Dia dan kita harus sungguh-sungguh menyadarinya, supaya segala hormat, pujian dan syukur hanya layak diberikan kepada Tuhan. Sedikitnya ada 3 ciri orang yang hidupnya mengandalkan Tuhan:


a. Mempercayai Tuhan dalam Segala Hal
Bukti pertama kita mengandalkan Tuhan adalah kita selalu percaya bahwa apapun yang terjadi dalam hidup ini, baik atau tidak baik, susah atau senang, selalu ada dalam rencana dan kontrol Tuhan di dalamnya. Sehingga kita tidak mudah bersungut-sungut dan menyalahkan siapapun atau apapun. Kita percaya bahwa Tuhan pasti punya rencana yang indah dalam hal apapun untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia. (Roma 8:28)

b. Mengakui Tuhan dalam Segenap Jalan Hidup Kita
Artinya selalu melibatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita. Selalu mencari Tuhan dan wajah-Nya, memohon berkat dan perkenanan-Nya. Kita harus sadar bahwa tanpa Tuhan kita tidak bisa apa-apa. Kita perlu Dia tiap saat, kita perlu melibatkan Tuhan dalam segala hal yang kita kerjakan, kalau kita ingin berhasil dan beruntung. (Amsal 3:6)

c. Berharap Hanya Kepada Tuhan
Orang yang mengandalkan Tuhan akan selalu berharap dan bersandar hanya kepada Tuhan. Kekuatan kita terbatas, manusia bisa mengecewakan, tetapi Tuhan tidak pernah mengecewakan; bahkan kuasa-Nya tidak terbatas. Maz. 118:8 yang adalah ayat tengah dari Alkitab menunjukkan kepada kita akan hal ini. Dialah sumber kehidupan, Dia adalah pusat, sebab itu biarlah mata kita hanya tertuju kepada Tuhan, karena hanya Dia sumber pertolongan kita.

3. Setia Sampai akhir (Yer. 20:9-11)

Kalau kita bicara kehidupan Yeremia, maka dalam menjalani panggilannya sebagai nabi Tuhan, ternyata hidupnya sangat sulit. Dia ditolak, dibenci, dianiaya, dia pernah dianiaya, dipasung, bahkan pernah diasingkan ke Mesir. Semua itu tidak menggoyahkan hatinya untuk tetap seita mengikut dan melayani Tuhan. pada akhirnya dia menerima upah keselamatan dari Tuhan.

Sebelum kedatangan Tuhan yang kedua kali, Alkitab berkata akan datang masa-masa yang sukar (2 Tim 3:1). Akan ada pemurnian, banyak tantangan dan guncangan. Tetapi Alkitab juga berkata bahwa orang benar akan hidup oleh Iman (Ibr. 10:38) Sebab itu kita harus memiliki iman yang kuat. Tuhan mau kita bertahan sampai pada kesudahan. Jangan sampai kita sudah memulai dengan roh, tertapi mengakhiri dengan daging.

kita harus mencapai garis finish dan mengakhiri pertadingan iman dengan baik. Ada upah dan mahkota yang menanti kita ketika kita tetap setia sampai garis akhir dan menjadi pemenang (. Bukan hanya itu kita juga akan berjumpa dengan Tuhan muka dengan muka dan memerintah bersama-sama dengan Dia. (2 kor 4:17)

Tuhan itu setia, Dia juga mau kita sebagai anak-anaknya setia sampai akhir dengan cara:

a. Jangan menyerah kepada Dunia dan kalah pada keadaan.

b. Percaya akan janji Tuhan dan miliki pengharapan akan setiap janji-janji Nya. 

c. Percaya akan penyertaan dan pembelaan Tuhan 

2. Hidup Dalam Pertobatan (Yer. 18:6-10)
Dalam ayat-ayat tersebut di atas kita mengerti satu hal bahwa pertobatan selalu mendatangkan berkat Allah dalam hidup kita. Sesuatu yang buruk yang sedang menimpa atau akan menimpa kita, seketika Tuhan bisa jauhkan dan hindarkan kalau kita BERTOBAT di hadapan Dia. Mungkin selama ini kita mengerti bahwa bertobat itu berhenti berbuat dosa. Itu prinsip yang umum, yang dunia pahami. Alkitab mengajarkan bahwa bertobat artinya bukan hanya berhenti berbuat dosa, tetapi juga berbalik dan berjalan kearah yang benar. Artinya: ‘bertobat’ sama dengan ‘berubah’, dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan.

Pertobatan melahirkan perubahan. Sebaliknya, tidak ada perubahan tanpa pertobatan. Bertobat bukan hanya berhenti, tetapi berbalik. Berubah hidup. Dan perubahan itu akan bisa terlihat dan dirasakan orang lain. 

Perhatikan sekeliling kita, jangan sampai menjadi jerat bagi kita untuk hidup dalam dosa. Kita harus hidup benar dan kudus kalau mau diselamatkan dari angkatan yang bengkok ini. Generasi Yeremia adalah generasi yang tidak berkompromi dengan dosa. Mari kita mengasihi TUHAN dengan bukti nyata, bukan cuma sebatas ucapan bibir, tetapi hidup dalam takut dan hormat akan Tuhan.