MISI

Matius 28:19-20

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

well 10-12 natal 2021 “Imanuel”

terjadi

melayani dikota,dipedalaman SAD

2022 PARADIGMA yg baru

Your Title Goes Here

Penjangkauan MISI INDONESIA | PEMETAAN

Jawaban Doa untuk Disyukuri — Indonesia

1 Puji Tuhan atas pertumbuhan Gereja yang berkelanjutan selama 50 tahun terakhir. Selama periode ini, kelompok injili bertumbuh dari 1,3 juta orang (1,4% dari populasi) menjadi 13 juta orang (5,6%). Beberapa di antaranya yang tercatat berikut ini memiliki warisan peninggalan yang bertahan lama.

a. Pergerakan suku yang luar biasa terjadi di banyak suku yang menganut animisme, di antara tiga dari delapan subkelompok Jawa, dan di antara orang Indonesia keturunan Tionghoa. Lebih dari 50% keturunan Tionghoa memeluk agama Kristen.
b. Kehidupan dan kesaksian penuh semangat dari umat Kristen yang berkomitmen. Hal itu berdampak pada masyarakat yang dipengaruhi oleh kekuatan okultisme dan karenanya banyak orang menemukan jalan menuju kemerdekaan dalam Kristus.
c. Peraturan pemerintah yang mengharuskan seluruh warga negara untuk memeluk salah satu dari keenam agama yang diakui. Hal ini mendorong banyak pengikut animisme mempertimbangkan untuk mengikuti iman Kristen.
d. Perkembangan dan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional membuat pemberitaan Injil yang menembus batas-batas geografis dan etnis menjadi lebih mudah dilakukan di banyak wilayah negeri ini.

2 Perkembangan terakhir di sektor politik, keagamaan, dan Gereja merupakan hal-hal yang patut disyukuri meskipun belum menjadi sesuatu yang layak mendapatkan pujian. Perkembangan tersebut meliputi

a. Transisi menuju demokrasi sejati meskipun masih dalam kondisi labil. Pemerintahan yang lebih moderat menumpulkan tindakan kejam militer dan kekuatan Islamis teokratis. Demokrasi mengizinkan orang-orang berhaluan moderat dan umat Kristen untuk mengeluarkan pendapat dan membantu membentuk masa depan Indonesia tanpa rasa takut terhadap kemungkinan adanya tindakan balas dendam.
b. Peningkatan keterbukaan kaum Muslim moderat ditentang lewat tindakan-tindakan ekstrem keras kelompok Islamis. Legalisme Islam yang kaku juga membuat kekristenan makin menarik bagi pengikut animisme.
c. Penganiayaan hebat menimbulkan penderitaan besar. Namun, hal itu juga menciptakan kesatuan yang lebih besar di antara umat Kristen dan kebergantungan yang lebih besar kepada Tuhan.
d. Perkembangan organisasi-organisasi nasional yang melayani dan membangun Gereja Indonesia. Organisasi-organisasi tersebut meliputi Indonesian Peoples Network (IPN), sebuah jaringan doa nasional yang sedang berkembang, ditambah dengan jaringan-jaringan internasional yang berdampak bagi Indonesia lewat riset, doa syafaat, dan pekerjaan misi mereka.

Tantangan untuk Didoakan — Indonesia

1 Kebinekaan Indonesia menjadi kekuatan sekaligus ancaman. Negara ini memiliki 17.500 pulau yang membentang di lautan seluas 10 juta km2, 33 provinsi, 722 bahasa, beragam kelompok etnis, aneka ekspresi keagamaan dan agenda politik yang sangat berbeda. Dengan demikian, menyatukan negara ini dalam satu kesatuan merupakan tugas yang sangat besar. Berdoalah untuk kekuatan politik dalam kedewasaan demokrasi agar tetap menjaga keseimbangan antara kesatuan nasional dan identitas regional. Berdoalah pula agar pemerintah dapat bertindak adil dalam menghargai seluruh rakyat dan komunitas. Sejarah Indonesia, khususnya akhir-akhir ini, ditandai dengan diskriminasi, eksploitasi, dan sikap lebih mementingkan satu kelompok dibanding kelompok lainnya.

2 Pemerintahan demokratis yang masih baru menghadapi tugas yang menakutkan. Tahun-tahun pertamanya ditandai dengan ketidakmampuan negara dalam menghadapi tuntutan ekstremis kaum Islamis yang bersuara lantang dan manipulasi yang dilakukan oleh militer dan rezim yang berkuasa sebelumnya. Tanda-tanda positif tampak dengan mulai berakarnya sistem moderasi dan demokrasi yang menggantikan budaya lama ektremisme, korupsi, kronisme, dan nepotisme. Perjalanan masih sangat panjang untuk mencapai pembaruan di bidang politik, ekonomi, dan sosial. Berdoalah agar presiden, wakil presiden, dan MPR dapat bersikap berani, tegas, dan adil dalam membawa perbaikan bagi seluruh bangsa.

3 Pemindahan rakyat secara massal di dalam negeri maupun keluar dari Indonesia terjadi secara besar-besaran dan disebabkan oleh banyak hal.

a. Transmigrasi merupakan salah satu proses perpindahan tempat tinggal terencana terbesar di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Wilayah-wilayah yang masih belum tersentuh seperti di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dibuka bagi kaum migran yang berasal dari Jawa dan Bali yang berpenduduk terlalu padat. Lebih dari delapan juta orang direlokasi. Pemukiman baru ini menyulitkan kaum pendatang baru dan menimbulkan beberapa bentrokan keras antara kaum migran dan penduduk lokal. Namun, di antara kaum migran ini, ada yang bersikap terbuka terhadap Injil.
b. Bencana alam berupa gempa bumi, tsunami, dan banjir yang terjadi sejak tahun 2001 menewaskan hampir 200.000 orang dan membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal atau mengungsi. Sumatra merupakan wilayah yang paling dahsyat dilanda bencana. Indonesia terletak di area yang labil secara geologis yang jika ditambah dengan populasi yang tinggi dan infrastruktur yang buruk membuatnya tidak dapat mengelak dari tragedi di masa mendatang. Berdoalah agar umat Kristen, baik orang Indonesia maupun para ekspatriat, boleh melihat bencana-bencana ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan belas kasihan Kristus.
c. Korban kekerasan masyarakat dan penganiayaan berlatar belakang agama, khususnya adalah umat Kristen dari Maluku dan Sulawesi tengah. Jumlah keseluruhan mereka adalah 500.000 orang dan mereka sangat menderita kerugian pribadi, trauma, dan kehilangan kampung halaman leluhur mereka.
d. Pekerja migran dari Indonesia ke negara-negara lain, berjumlah 400.000 migran legal dan banyak migran ilegal. Meskipun di antara mereka ada yang berpendidikan tinggi dan memiliki keterampilan, banyak yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga; 80% kaum perempuan. Meskipun disebut sebagai “pahlawan devisa” karena uang yang mereka kirimkan ke Indonesia, mereka sering kali mendapatkan gaji yang sangat kecil dan menjadi sasaran pelecehan. Rasa kesepian dan kondisi sulit yang kerap mereka hadapi membuat mereka bersikap terbuka terhadap kesaksian penuh kasih dari umat Kristen.

4 Konflik spiritual Indonesia. Kekuatan okultisme masa lalu berupaya melawan pengaruh Injil, sedangkan tipu muslihat kaum Muslim modern berupaya melenyapkan kekristenan dan menyingkirkan kehadiran Injil. Berdoalah terutama agar kekuatan-kekuatan ini diikat di dalam Kristus dan agar Gereja terus bertumbuh di tengah perlawanan dan penganiayaan yang meningkat.

5 Islamisasi yang terus menjalar di Indonesia mengikis kebebasan beragama dan toleransi masyarakat yang telah lama ada. Islam sendiri sangat beragam, yakni Islam Puritan santri; abangan, interpretasi yang lebih mengarah pada aliran Sufi dan sangat dipengaruhi oleh mistisisme jawa pra-Islam; Islam yang dianut oleh kaum Muslim modern yang berhaluan sekuler-moderat. Namun, pada umumnya kelompok yang terus bertumbuh dalam kekuasaannya adalah kelompok yang lebih konservatif, agresif, dan fundamentalis, yang sebagian melakukan intimidasi terhadap kaum Muslim lainnya agar menyetujui apa yang mereka lakukan. Ada banyak alasan mengapa kita perlu berdoa

a. Visi Islamis yang menghendaki Indonesia bersih dari kaum Kristen melahirkan penindasan dan penganiayaan, sering kali mengarah pada tindak kekerasan, perusakan, dan kekejaman. Hal ini tampak nyata melalui:

i. Dominasi melalui pembangunan. Program-program pembangunan masjid secara besar-besaran—yang didanai lewat hasil penjualan minyak bumi ke negara lain—menunjukkan keberadaan kaum Muslim di setiap sudut negeri dan biasanya dihubungkan dengan kelompok sempalan yang lebih radikal dan agresif yang menjalankan syariat Islam. Program-program transmigrasi dengan sengaja merelokasi orang-orang Muslim ke wilayah yang sejak dulu bukan wilayah kaum Muslim. Program ini seolah-olah dilakukan karena faktor kepadatan penduduk, tetapi terbukti merupakan kolonisasi keagamaan.
ii. Dominasi melalui penghancuran. Tujuannya ialah untuk menghapus kekristenan di negara ini. Kelompok jihad Islam terorganisasi yang melawan umat Kristen telah menghancurkan ribuan gereja selama sepuluh tahun terakhir. Beberapa wilayah dengan populasi umat Kristen yang besar (seperti sebagian Maluku) menjadi sasaran penyerangan. Kehadiran umat Kristen di banyak kota dan wilayah dimusnahkan, dengan menelan banyak korban jiwa dan harta benda.

Berdoalah agar rencana-rencana ini menemui jalan buntu serta hancur dan agar Tuhan mengubah rancangan kejahatan menjadi kebaikan. Berdoalah untuk kebencian dan tindak kekerasan di tengah agama mereka sendiri yang mendiskreditkan ekstremisme Muslim dan menyebabkan para penganiaya menjadi umat percaya.

b. Lebih dari 45 juta umat Islam abangan, dan bahkan sejumlah besar kaum Muslim moderat dan nominal sering kali menjadi korban intimidasi kelompok ekstremis. Puluhan ribu umat Islam abangan (masih dipengaruhi oleh animisme pra-Islam dan agama Hindu) tewas terbunuh selama bertahun-tahun oleh kaum santri yang dipengaruhi paham Melayu dan Arab. Berdoalah agar banyak umat Muslim yang kecewa dengan tindak kekerasan dan penindasan yang terjadi—sehingga akhirnya mereka menemukan hubungan yang sejati dengan Tuhan melalui Kristus.
c. Pemerintah sekuler dan pemimpin nasional membutuhkan keberanian yang besar untuk benar-benar melawan tindakan di luar batas yang dilakukan oleh kaum Islamis. Berdoalah untuk campur tangan mereka dalam menghentikan setiap tindak kekerasan keagamaan yang terjadi. Berdoalah agar mereka cukup kuat untuk menahan dan bahkan membatasi pengaruh yang dilancarkan oleh kelompok ekstremis di negeri ini.
d. Pengadilan, sistem hukum, dan konstitusi masih menjamin kebebasan beragama dan memberikan landasan untuk stabilitas dari masyarakat yang beraneka ragam. Hukum syariat makin banyak diterapkan di tengah komunitas, bahkan di seluruh provinsi. Pembedaan semacam itu membawa dampak buruk bagi orang non-Muslim.
e. Respons umat Kristen terhadap agresi Islam sama pentingnya dengan agresi itu sendiri. Berdoalah agar umat Kristen dalam segala cara merespons dengan bijaksana dan penuh kasih, namun juga tegas untuk menghargai Injil Kristus. Berdoalah agar rasa takut untuk bersaksi digantikan dengan keberanian untuk memberitakan tentang Yesus. Berdoalah pula agar semua orang Kristen memiliki hati yang sungguh-sungguh mau bertobat atas setiap sikap permusuhan dan balas dendam kepada kaum Muslim karena dengan sikap itu mereka telah merusak kesaksian mereka sendiri.

6 Tantangan di dalam Gereja tak kalah seriusnya dengan tantangan di luar Gereja. Meskipun kita memuji Tuhan atas pertumbuhan Gereja, berdoalah pula agar kita dapat mengatasi kelemahan-kelemahan berikut ini

a. Nominalisme merusak Gereja di wilayah-wilayah yang selama berabad-abad merupakan daerah kantong Kristen: Manado di Sulawesi Utara, Sumatra Utara, Timor Barat [wilayah yang berada di Pulau Timor bagian barat dan berbatasan dengan Timor Leste di sebelah timur], dan Maluku. Banyak denominasi mengalami kematian rohani dan berkutat dengan keduniawian, politik internal, perpecahan, dan praktik okultisme lokal. Denominasi-denominasi ini membutuhkan pembaruan dan kebangunan rohani yang ditandai dengan pengalaman pertobatan sejati.
b. Kegagalan pemuridan. Ada sangat sedikit pengajar dan pembuat murid bagi para pencari Tuhan dan dan petobat baru. Banyak Gereja tradisional kebingungan tentang pemuridan yang baik bagi mereka yang butuh untuk dimuridkan. Pertumbuhan pesat gereja-gereja Pentakosta dan karismatik baru sering kali melampaui kapasitas kepemimpinan untuk bisa menerapkan prinsip-prinsip pemuridan yang baik. Ketersediaan Alkitab dan aktivitas pengajaran dalam bahasa yang dimengerti masyarakat pada umumnya akan berpengaruh besar dalam pemuridan.
c. Kesesatan teologis di Gereja. Di balik bentuk dan struktur yang mendorong terjadinya nominalisme, pengajaran yang tidak memadai akan membawa orang menuju pada kesesatan yang makin mendalam, kekristenan sinkretis yang diwarnai okultisme dan pola-pola pemikiran kepercayaan animisme dan kontroversi yang berkaitan dengan teologi “kemakmuran”.
d. Ekspresi kekristenan dari luar negeri untuk konteks Indonesia. Apa yang berhasil diterapkan umat Kristen di negara Barat atau Singapura belum tentu sesuai diterapkan di masyarakat Indonesia. Banyak megachurch bermunculan di Jakarta, termasuk beragam bentuk gereja dan gaya ibadah yang berasal dari luar negeri. Semua ini berpotensi untuk memperkuat atau sebaliknya, menghambat pertumbuhan Gereja di Indonesia. Berdoalah supaya umat Kristen di Indonesia memiliki hikmat sehingga mereka dapat mengadopsi hal-hal yang alkitabiah dan yang paling sesuai dengan kondisi mereka, lalu membuang apa yang tidak sesuai.
e. Petobat baru dari latar belakang Muslim sering kali menghadapi penolakan dan penganiayaan (termasuk tindak kekerasan dan kadang kala mereka mati sebagai martir) bila mengikut Yesus. Mereka juga sulit menyesuaikan diri dengan budaya Kristen dan struktur gereja yang sudah ada. Berdoalah agar ada banyak keluarga datang kepada Kristus sebagai satu kesatuan dan menemukan ekspresi iman yang sehat di dalam komunitas dan budaya mereka.

7 Kebutuhan akan pemimpin rohani gereja yang dewasa sangat besar. Pentingnya mengembangkan para pendeta menjadi makin genting dengan cepatnya pertumbuhan gereja Pentakosta/karismatik. Para pendeta memainkan peranan yang signifikan di dalam tradisi Reformed dan Lutheran yang berasal dari Belanda dan Jerman. Namun, kemampuan untuk melatih dan memperlengkapi para pemimpin dengan kualitas yang baik tidak sebanding dengan besarnya kebutuhan yang mendesak. Berdoalah untuk

a. Pengembangan kepemimpinan awam yang efektif. Hanya 40% gereja lokal, yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), memiliki seorang pendeta. Oleh sebab itu, pemimpin-pemimpin awam yang terlatih sangat dibutuhkan.
b. Pelatihan dan pemuridan yang berkelanjutan bagi para pemimpin gereja pada umumnya dan pendeta pada khususnya. Banyak pendeta melayani dengan setia meskipun tanpa persiapan yang memadai. Banyak di antara mereka yang membutuhkan pelatihan (atau pelatihan kembali), semangat baru, dan dalam beberapa kasus, mereka butuh dilahirkan dalam Roh untuk pertama kalinya.

c. Pendidikan dan pelatihan teologi menjadi kebutuhan vital. Berdoalah untuk hal-hal berikut ini:

i. Sekolah-sekolah Alkitab yang berfokus untuk melatih para pendeta yang akan terjun dalam pelayanan. Sekolah ini biasanya tidak terlalu bersifat akademis, berfokus pada mengajar dan memuridkan pendeta dengan efektif. Banyak dari sekolah ini adalah injili dan kerap memperlengkapi pendeta untuk jemaat di daerah pedesaan.
ii. Lebih dari 100 seminari tingkat sarjana dan 22 universitas Kristen, yang mayoritas bukan injili. Berdoalah agar terjadi peningkatan jumlah staf pengajar dan pendeta injili, khususnya di seminari dan universitas Lutheran dan Reformed regional yang besar dan berpengaruh.
iii. Sebelas seminari injili yang berafiliasi dengan Asian Theological Association, dan seminari yang tergabung dalam PASTI [Persekutuan Antar Sekolah Teologi Injili di Indonesia] dan PESATPIN [Persekutuan Sekolah Alkitab dan Teologia Pentakosta Indonesia]. Semuanya menonjol dari segi jumlah siswa dan sangat potensial. Berdoalah agar para lulusan dari seminari ini dapat membawa aliran hidup yang baru ke gereja-gereja lama maupun baru dan ke ladang misi di Indonesia dan sekitarnya.
iv. Teladan yang sangat baik bagaimana pendidikan akademis dan pelatihan praktis berhasil bersinergi dapat dijumpai di ETSI [Evangelical Theological Seminary of Indonesia/ Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia]. Lulusan ETSI telah merintis lebih dari 6.000 gereja sejak tahun 1979 dan hampir semua gereja itu berada di tengah dominasi komunitas Muslim. ETSI memiliki 33 kampus. Semuanya berfokus pada hal-hal akademis dan mewajibkan setiap siswa melayani di suatu desa dan merintis sebuah gereja sebelum lulus.
d. Kualitas rohani dan komitmen para pendeta dan pemimpin rohani yang ada saat ini haruslah yang terbaik. Hal ini bahkan lebih penting daripada memuridkan dan merekrut pendeta dan pemimpin rohani yang baru. Berdoalah secara khusus agar para pemimpin yang sedang berkembang saat ini memiliki kesediaan untuk pergi dan melayani wilayah-wilayah yang lebih sukar di negara ini bagi Yesus.

8 Visi untuk menginjili Indonesia bertumbuh bahkan seiring dengan meningkatnya perlawanan. Hal ini menyatukan kelompok oikumene, Pentakosta, dan Protestan injili dalam satu visi yang sama. Hampir 100 juta rakyat dapat dikategorikan sebagai yang belum diinjili. Sejak tahun 1996, pertemuan konsultasi nasional dan regional memusatkan perhatian pada suku-suku terabaikan di Indonesia. Riset yang sangat baik tak henti-hentinya dilakukan oleh IPN. Lembaga-lembaga pelayanan Indonesia yang menempatkan para pekerja di antara suku-suku terabaikan ini juga meningkat secara signifikan. Berdoalah supaya visi berikut ini tercapai

a. Sebuah gereja yang aktif bersaksi bagi setiap suku bangsa di negeri ini. Di Indonesia ada 128 suku bangsa yang masing-masing berjumlah lebih dari 10.000 orang dengan populasi Kristen kurang dari 1%. Kelompok ini mencapai 60% dari total populasi negeri ini. Tidak ada umat Kristen atau pekerja rohani penuh waktu di tengah sekitar 30% suku tersebut. Sejumlah 200 atau lebih suku terabaikan lainnya berpopulasi kurang dari 10.000 orang. Berdoalah agar Gereja Indonesia dapat memelopori visi penjangkauan ini seiring mereka bermitra dengan para pekerja asing.
b. Sebuah gereja di setiap desa. Visi dari banyak pelayanan ialah melihat untuk setidaknya sebuah gereja dirintis di setiap desa dalam satu generasi. Indonesia memiliki 76.000 desa. Lebih dari 45.000 desa masih belum memiliki satu gereja pun.
c. Suatu kesatuan gerakan doa Indonesia dengan sebuah kelompok doa di setiap lingkungan. Lingkungan itu terhubung dengan jaringan doa di setiap kota dan provinsi. Impian ini akan segera menjadi kenyataan bila Tuhan memberkati jaringan doa nasional yang sedang berkembang ini, yang dibentuk pada tahun 1990 dan kini telah menyebar ke lebih dari 450 kota.

9 Berdoalah untuk perkembangan visi misioner. Sejarah dan latar belakang kekristenan Indonesia itu unik. Orang-orang Indonesia mampu memberikan sumbangsih yang signifikan bagi penginjilan dunia. Berdoalah untuk

a. Gereja-gereja agar terpanggil oleh tantangan saat melihat ratusan suku terabaikan di negara mereka sendiri dan di negara lain di Asia dan Afrika. Gereja memiliki sumber daya keuangan dan sumber daya manusia. Denominasi-denominasi perlu bekerja sama dalam level yang belum pernah tejadi sebelumnya.
b. Pengutusan umat Kristen baik secara individu, tim, dan kelompok sebagai pekerja migran ke wilayah-wilayah yang belum diinjili dengan visi untuk melakukan perintisan jemaat. Umat Kristen harus dilepaskan dari kungkungan sukuisme, sektarianisme, dan loyalitas yang dangkal. Mereka juga harus belajar bersikap peka terhadap kompleksitas dalam pelayanan lintas budaya.
c. Lembaga misi Indonesia mengalami peningkatan dalam hal jumlah. Sebagian besar terlibat dalam pelayanan penginjilan dan perintisan jemaat di Indonesia, dan hanya sedikit lembaga misi yang memiliki pekerja di luar negeri. Sebagian orang Indonesia bergabung dengan lembaga misi internasional (YWAM, WEC, OM, Navigators, dan lainnya).
d. Pelatihan dan strategi terasa sangat vital agar sebuah visi dapat tercapai. Mengubah pola pikir umat Kristen pada umumnya—dan mahasiswa teologi pada khususnya—agar lebih memiliki hati untuk misi sungguh krusial. Pelatihan keterampilan juga dibutuhkan karena hal itu akan memampukan umat percaya memberi kontribusi yang berarti kepada masyarakat di suku terabaikan di daerah-daerah yang sensitif dan tidak bersahabat.

10 Kaum muda mewakili suatu potensi sumber daya yang belum dimanfaatkan, baik di ladang misi maupun sebagai pekerja misi. Sekitar sepertiga populasi Indonesia berusia di bawah 18 tahun. Berdoalah bagi

a. Mahasiswa universitas. Mereka berjumlah 3,5 juta orang yang tersebar di lebih dari 2.300 intitusi perguruan tinggi. Sejumlah lembaga pelayanan khusus melakukan pelayanan ekstensif di kampus-kampus (Navigators, IFES, CCCI, dan lainnya). PERKANTAS—gerakan mahasiswa yang terhubung dengan IFES—memiliki kelompok di lebih dari 50 kota. Universitas-universitas Islam mengalami pertumbuhan pesat dari segi jumlah dan pengaruh. Sekelompok kecil masyarakat Indonesia yang signifikan belajar di luar negeri. Banyak di antara mereka berada di negara-negara yang bersikap terbuka. Berdoalah agar mereka mendapatkan penjangkauan di luar negeri. Sebagian orang tertarik dengan program beasiswa untuk menempuh pendidikan di Arab Saudi.
b. Anak-anak sekolah. Empat puluh persen anak tidak pernah mencapai tingkat sekolah menengah. Lembaga Children at Risk, Compassion International, Child Evangelism Fellowship, Awana, dan Kids’ EE, juga denominasi seperti CMA, semuanya bekerja sama untuk memberitakan Injil kepada anak-anak Indonesia. Banyak di antara mereka tergolong anak-anak berisiko. Hampir tiga juta anak menjadi buruh anak, sering kali dalam jenis pekerjaan yang berbahaya, dan setiap tahun puluhan ribu anak lainnya diperdagangkan untuk tujuan yang lebih terkutuk.

11 Pekerjaan misi diberkati Tuhan meski dihadang berbagai hambatan geografis, birokrasi, dan kuasa roh jahat. Dukunglah saudara-saudara kita yang berjuang untuk

a. Visa, yang sangat sulit didapat oleh misionaris asing. Hanya mereka yang bekerja di antara pengikut animisme atau dalam pendidikan teologi yang dapat memperoleh visa. Berdoalah agar pintu-pintu terbuka bagi mereka yang Tuhan panggil ke negeri ini.
b. Alternatif pelayanan inovatif bagi umat Kristen yang menjalani kehidupan kritiani dengan sungguh-sungguh dan menjadi kesaksian yang hidup di Indonesia—sebagai kaum profesional di bidang bisnis, guru, siswa, orang yang bekerja memberikan bantuan bagi korban bencana, dan sejenisnya. Berdoalah supaya tercipta kerja sama yang efektif di antara mereka yang berfokus untuk menghidupkan Injil di tengah suku-suku yang terabaikan.
c. Misionaris yang melayani di wilayah-wilayah yang masih menganut animisme seperti Kalimantan Barat, Papua, dan Maluku di mana gereja-gereja baru sedang berkembang menuju kedewasaan. Hubungan Gereja dan misi harus ditutup bungkus dalam doa.
d. Kebutuhan mendesak akan misionaris di Sumatra, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi harus segera dipenuhi. Berdoalah agar semua pulau mendapatkan pelayanan penginjilan dari para pekerja nasional ataupun internasional.
e. Beragam organisasi misi internasional yang bekerja di Indonesia. Pelayanan utama mereka mencakup mengajar, memberi pelatihan teologi, mendampingi pelatihan misionaris Indonesia, mengerjakan program bantuan dan pembangunan, dan mendukung pelayanan media seperti literatur dan radio. Berdoalah agar makin banyak misionaris Asia datang ke Indonesia.

12 Pelayanan-pelayanan pendukung:

a. Penerjemahan Alkitab. ”The Bible Society, Wycliffe, dan kelompok lainnya terlibat dalam 150 proyek penerjemahan di seluruh penjuru negeri. Pembatasan visa bagi orang asing sangat menghambat kemajuan proyek penerjemahan. Berdoalah agar proyek-proyek itu dapat diselesaikan dengan cepat. Berdoalah pula bagi lembaga penerjemahan Alkitab Indonesia, Kartidaya. Doakanlah supaya ada banyak penerjemah Indonesia terpanggil dan dilatih dalam misi ini. Meskipun ada peningkatan penggunaan bahasa Indonesia, Indonesia saat ini menjadi salah satu tantangan besar yang belum teratasi di dunia dalam hal penerjemahan Alkitab, dengan 414 bahasa yang pasti atau mungkin membutuhkan penerjemahan. Kebiasaan budaya lisan di antara banyak suku di Indonesia menandakan pentingnya menyampaikan Alkitab dengan gaya bercerita dan cara itu membutuhkan pengembangan lebih lanjut.
b. Literatur. Sebenarnya, kehausan akan literatur yang berkualitas sangat besar, tetapi ketersediaan literatur dengan harga terjangkau masih sedikit. Banyak organisasi Indonesia dan lembaga misi internasional memiliki pelayanan percetakan dan penerbitan yang ekstensif. Sebagian besar berfokus dalam penyediaan buku-buku dan sumber-sumber lain bagi umat Kristen dan gereja. Sebagian berfokus pada pelayanan penginjilan dan tindak lanjut penginjilan. Berdoalah supaya tersedia literatur yang dapat memenuhi kebutuhan, terutama literatur yang ditulis oleh orang Indonesia dan yang lebih sesuai untuk kondisi di Indonesia. Sebuah Alkitab Perjanjian Baru berbahasa Indonesia yang menggunakan terminologi keagamaan yang tak asing lagi bagi mayoritas masyarakat Indonesia terbukti sangat menolong dalam membuka pintu-pintu pengertian dan dalam memuridkan para petobat baru.
c. Penerbangan misi. Ini merupakan anugerah bagi para pekerja Kristen di negara kepulauan yang luas dan berkontur tidak rata ini. Namun, pelayanan ini sangat mahal dan berbahaya. Indonesia menjadi sasaran pelayanan global terbesar MAF dengan 22 pesawatnya, termasuk pesawat yang dapat mendarat dan lepas landas di air, sembari melayani desa-desa yang terpencil. Pelayanan misi di beberapa daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua nyaris mustahil dilakukan tanpa bantuan lembaga ini. WT, HeliMission, Adventist Aviation, dan lainnya juga punya jadwal penerbangan. Berdoalah untuk para staf dan keamanan pesawat.
d. Film YESUS diterjemahkan ke dalam 38 bahasa. Berdoalah untuk hikmat dalam memutuskan ke dalam bahasa apa lagi film ini harus diterjemahkan, dari ratusan bahasa lebih kecil lainnya. Berdoalah pula untuk penerjemah-penerjemah yang berkualitas. Berdoalah untuk terbentuknya sekelompok kecil umat percaya yang baru setelah mereka menonton film tersebut.
e. Pelayanan praktis. Dalam beberapa tahun terakhir ini, program-program untuk pengembangan komunitas, kesehatan, pendidikan, dan bantuan bagi bencana alam mengalami pertumbuhan. Semuanya ini membuka kesempatan untuk pemberitaan Injil. Lembaga-lembaga pelayanan yang terlibat adalah WVI, Christian Reformed World Relief, AMG, YWAM, Tearfund, dan masih banyak lainnya.
f. Radio Kristen. Dengan hutan hujan yang lebat yang memisahkan komunitas pedesaan dari dunia luar dan dengan kurangnya pendeta, maka radio menjadi metode yang sangat penting untuk menjangkau dan memuridkan orang-orang Indonesia. Sebesar 50% populasi mendengarkan acara-acara keagamaan setidaknya seminggu sekali. Puji Tuhan atas pelayanan TWR dengan program-program siarannya yang dipancarluaskan di lebih dari 121 stasiun, AM dan FM. FEBC melatih ratusan penyiar baru untuk memberitakan Kabar Baik dan menjangkau mereka yang berada dalam kondisi kritis untuk dijangkau.
g. Pelayanan audio. Kini tersedia rekaman Alkitab dalam lebih dari 518 bahasa dan dialek; target GRN adalah 560 bahasa. Penggunaan bahasa Indonesia yang meluas membuat banyak orang menjadi tidak peka terhadap kebutuhan Injil yang disampaikan dalam bahasa ibu suku-suku setempat. Alkitab audio yang sudah diterjemahkan: 20 PL-PB, 38 PB, 77 sebagian PL/PB. Berdoalah agar ada banyak orang yang membantu membawa rekaman itu ke tangan orang-orang yang perlu mendengar Injil dalam bahasa ibu mereka.
h. Media baru. Dengan jumlah populasi kaum muda yang signifikan dan meningkatnya modernisasi dan urbanisasi, maka penggunaan media yang efektif seperti internet, TV, dan telepon seluler menjadi esensial untuk kepentingan tujuan Kerajaan Alla