BUSINESS

BUSINESS OFFICE MINISTRY

Raup Untung dari Momen Natal dengan Bisnis Ini

Wah, sudah bulan Desember ya ternyata. Pantas saja mal-mal dihiasi ornamen-ornamen yang biasa dipakai untuk menyambut hari Natal. Mulai dari pohon cemara yang berhiaskan lampu kelap-kelip, boneka salju dengan hidung wortelnya, pajangan berupa rangkaian daun, sampai kereta salju Sinterklas yang ditarik rusa.

Semuanya terpajang di sisi-sisi yang mudah terlihat. Belum lagi ditambah dengan diskon-diskon yang terpampang di etalase toko yang membuat orang tertarik untuk berbelanja. Momen Natal ini benar-benar dimanfaatkan untuk meraup untung ya.

Bicara soal untung, Anda pun juga bisa meraup untung dengan memanfaatkan momen Natal. Memang bulan Desember ini adalah waktunya menjelang tutup tahun. Namun, bukan berarti Anda menutup peluang untuk mendulang untung. Sudah umum kalau kebanyakan orang tak mau melewatkan momen berharga semisal hari raya tanpa belanja.

Terlebih bagi yang menerima penghasilan tiap bulannya, ada Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan diterima beberapa hari sebelum hari raya. Dengan tunjangan tersebut, mereka membelanjakan apa saja demi memeriahkan momen berharga bersama keluarga dan orang-orang yang dicintai.

Tapi, bisnis apa yang pas dengan momen Natal? Tenang, ada beberapa ide bisnis yang bisa Anda ciptakan dan tentunya menghasilkan untung. Apa saja itu? Ini dia bisnis-bisnis yang bisa digunakan untuk meraup untung dari momen Natal.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

 

 

1. Bisnis Parsel / Hampers Natal

 Ilustrasi hamper Natal

Permintaan parsel dan hampers diproyeksikan bakal laris manis menjelang Natal. Isinya beragam mulai dari makanan ringan seperti biskuit, kue kering, buah-buahan dan minuman, pernak-pernik alat rumah tangga hingga vitamin serta alat-alat protokol kesehatan guna melindungi diri dari virus Corona.

Dalam penyajian atau kemasan parsel dan hamper, Anda harus mengunakan kreativitas, ciptakan kemasan dan susunan isi parsel semenarik dan sekreatif mungkin. Agar banyak yang suka dan membeli parsel dan hampers dari Anda.

Buatlah bingkisan parsel atau hamper Natal kekinian yang personal dan berbeda. Orang akan menyukai hal-hal yang unik dan berbeda dari yang sudah ada.

Tips: Perbesar potensi untung dari bisnis parsel Natal dengan cara menekan biaya membuat parsel. Carilah bahan-bahan dengan harga murah untuk membuat parsel. Efisiennya, Anda bisa belanja via online dan memanfaatkan internet untuk mencari bahan, cek harga, dan belanja.

Lalu, jangan lupa dibandingkan harga antara penjual yang satu dan penjual yang lain. Namun, kalau Anda ingin belanja bahan parsel secara offline, belanjanya jangan tanggung-tanggung, belilah dalam jumlah grosir atau lusinan agar mendapatkan harga yang lebih murah daripada membeli satuan.

 

2. Bisnis Kue Natal

Bisnis Kue NatalKue Natal

Nah, yang satu ini sudah jelas banyak yang suka dan banyak dicari. Kue selalu hadir dalam banyak perayaan, tidak terkecuali saat Natal. Setiap tamu yang berkunjung, baik sanak saudara maupun sahabat, pastinya akan disuguhkan kue oleh tuan rumah.

Kue natal beragam mulai dari kue kering manis, kue bawah, kue coklat, atau kue kering asin. Beragam jenis dan rasa kue ini bisa menjadi bisnis sampingan yang diproyeksikan akan laris manis menjelang Natal tahun ini.

Tips: Utamakan kualitas dalam membuat kue Natal. Walaupun bisnis kue, seperti yang Anda ketahui, sudah menjamur, tetapi kue-kue natal yang dijual tidak semuanya enak dimakan. Artinya, untuk berbisnis kue ini, Anda harus mengutamakan kualitas dan memberikan harga yang sesuai dengan kualitas kue yang Anda jual.

Pembeli akan cenderung memilih kue yang enak walaupun harganya agak mahal ketimbang kue murah, tapi rasanya tidak enak. Jangan lupa selain rasa yang enak, Anda juga harus pintar berkreasi dalam mengemas kue-kue Natal Anda semenarik mungkin.

3. Bisnis Pernak-Pernik Natal

Pernak-Pernik Natal 

Sama seperti bisnis kue yang menjamur, bisnis pernak-pernik Natal juga demikian. Potensi untung bisnis pernak-pernik natal ini cukup positif, bisa dibilang peminatnya tidak akan susut.

Ragam pernak-pernik natal kian beragam dan unik, mulai dari pohon natal, ornamen-ornamen untuk pohon natal, hiasan rumah, hiasan kamar, hiasan kantor, hiasan sekolah hingga hiasan natal untuk di kafe-kafe.

Ya, berkreasilah dan melihat peluang apa kiranya pernak-pernik natal yang bisa Anda modifikasi, dibuat lebih menarik lalu dijual kembali, atau Anda juga bisa menciptakan pernak-pernik baru dari desain Anda sendiri. Misalnya, boneka Santa Claus, casing handphone, hiasan rumah seperti sarung bantal sofa hingga alas meja beriaskan hiasan Natal.

Tips: Umumnya, orang sering menomorsatukan harga dalam memilih barang. Pasang harga yang kompetitif untuk pernak-pernik Natal yang Anda jual. Ingat, walaupun memberi harga yang terbilang murah dibanding kompetitor, selalu perhatikan kualitas pernak-pernik barang dagangan Anda. Berkreasilah dan jagalah kualitas barang Anda agar pelanggan senang dengan membeli barang Anda.

4. Bisnis Katering

Bisnis Katering NatalKatering Natal

Bisnis katering juga bakal laris manis menjelang Natal. Percaya atau tidak rata-rata orang lebih suka membeli masakan yang siap saji dan siap untuk dihidangkan pada perayaan Natal, jika tidak ada waktu untuk memasak sendiri. Apabila Ada berminat membuka bisnis katering menjelang natal, Anda bisa menjual menu-menu khas natal.

Ingat, menu katering Natal itu berbeda dengan menu makanan pada hari biasa. Dengan kata lain, hidangan yang tersaji, umumnya, merupakan hidangan khas daerah. Misalkan, orang Batak yang merayakan Natal pasti tak akan lupa menyediakan menu Ayam Gota, atau orang Manado yang akan menjadikan menu Paniki sebagai santap pada hari Natal. Di sinilah Anda menjadikan kebolehan dalam memasak menu khas daerah sebagai bisnis.

Tips: Dalam berbisnis makanan, hal pentingnya adalah rasa masakan yang Anda jual. Perhatikan rasa dan kualitas masakan Anda agar bisnis katering Anda makin laris manis, tidak hanya menjelang natal saja. Selain itu, belajarlah untuk kreatif dan mencoba berinovasi dengan menciptakan menu-menu baru dan memberikan nama unik.

5. Bisnis Terompet dan Kembang Api

Bisnis Natal
Bisnis terompet dan kembang api

Natal makin semarak dengan terompet dan kembang api. Pas dinyalakan saat malam Natal. Tak heran bila kembang api maupun terompet banyak dicari menjelang Natal. Peluang bisnis menjanjikan karena permintaan kedua barang ini akan meningkat hingga tahun baru.

Untuk berbisnis terompet, Anda bisa membuatnya sendiri. Dibantu oleh keluarga atau para tetangga untuk memproduksi dalam jumlah banyak. Sementara untuk kembang api, Anda dapat membelinya dari suplier atau distributor.

Tips: Untuk membuat terompet sendiri, pakai saja barang-barang bekas dan murah, seperti botol plastik, kertas karton, dan lainnya. Sedangkan untuk bisnis kembang api, beli saja di suplier atau distributor yang menjual secara grosiran. Harganya lebih murah, sehingga bisa dijual lagi dengan marjin yang sesuai keinginan.

 

6. Bisnis Pakaian

Bisnis PakaianBisnis pakaian

Sama seperti Hari Raya Idul Fitri, perayaan Natal juga tidak lengkap tanpa baju baru. Jadi peluang bisnis pakaian terbuka lebar. Kamu bisa menawarkan baju-baju bertemakan Natal atau dress untuk menghadiri acara Natal. Kalau laris manis kan lumayan, kamu dapat melanjutkan usaha ini seterusnya, tidak hanya memanfaatkan momen Natal saja.

Tips: Kamu bisa menjadi reseller pakaian dari suplier tertentu. Jika kamu tidak punya toko, jual saja lewat online di media sosial atau melalui e-commerce sehingga tak perlu menyewa lapak dengan harga mahal. Cara lainnya, kalau kamu punya gaun atau baju-baju cantik, buka saja bisnis sewa pakaian dengan harga murah.

7. Bisnis Kartu Ucapan Natal

Bisnis Ucapan Kartu NatalBisnis Ucapan Kartu Natal 

Satu lagi bisnis yang pas menjelang Natal dan mendatangkan keuntungan, adalah bisnis kartu ucapan. Kalau kamu jago desain, manfaatkan keahlianmu untuk mendulang rezeki. Meskipun ada layanan chatting, SMS, email, video call, tidak dipungkiri jika masih banyak orang yang menggunakan kartu ucapan untuk memberi ucapan Natal.

Tips: Buka bisnis kartu ucapan yang sesuai dengan tema atau permintaan konsumen. Kamu bisa menggunakan perangkat komputer, printer di rumah untuk berbisnis ini. Jadi bisa menghemat bujet. Untuk pemasarannya, bisa lewat media sosial.

8. Bisnis Mainan Anak

Bisnis MainanBisnis mainan anak

Momen Natal selalu disambut suka cita oleh anak-anak. Karena di hari Natal, mereka akan menerima kado dari orangtua dan saudara. Biasanya isinya berupa mainan yang memang diinginkan anak. Ada peluang bisnis mainan yang menjanjikan menjelang Natal dan Tahun Baru. Kamu dapat melirik bisnis ini untuk menangguk keuntungan. 

Tips: Dengan modal sekitar Rp5 juta-10 juta, kamu sudah bisa berjualan mainan anak. Jual mainan yang variatif agar lebih banyak pilihan bagi konsumen. Supaya mendapatkan harga murah, kamu dapat membeli mainan anak di agen atau distributor besar. 

9. Bisnis Masker Kain

 

Ilustrasi Masker Kain

Di tengah pandemi dan perayaan Natal, bisnis masker kain bisa menjadi peluang yang bagus. Terlebih, sekarang masker sudah menjadi hal wajib yang harus dimiliki semua orang dan wajib dipakai selama aktivitas keluar rumah di musim pandemi Covid-19.

Untuk memulai bisnis masker kain, pastikan Anda mengetahui syarat masker kain yang baik sehingga nantinya produk yang dipasarkan bisa laris manis dan berfungsi bagus dalam mengurangi penyebaran COVID-19.

Tips: Buatlah masker kain dengan tema-tema natal seperti pohon natal, santa claus hingga kue-kue natal. Upayakan supaya masker kain dari toko Anda punya ciri khas unik yang memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi yang memakainya.

10. Bisnis Jasa Dekorasi Natal

Menghias rumah hingga pohon natal memang sudah menjadi tradisi keluarga kristiani menjelan natal. Akan tetapi, pekerjaan atau bisnis yang padat membuat tak punya waktu untuk menghias rumah. Alhasil, natal terlihat dekorasi ala kadarnya saja. Nah, ini tentunya bisa menjadi peluang bisnis untuk menerima jasa dekorasi natal, mulai dari ruangan rumah, halaman hingga pohon natal.

Kamu bisa memulai bisnis jasa dekorasi ini dengan mengumpulkan contoh-contoh tema dekorasi natal yang menarik, kemudian mengumpulkan pernak-pernik natal. Jika sudah lengkap, kamu bisa promosikan bisnismu dengan kerabat atau saudara hingga media sosial.

Tips: Untuk mendapatkan banyak pelanggan, pastikan kamu memberikan harga promo jasa dekor yang menarik dengan pelayanan yang terbaik tentunya.

11. Bisnis Jasa Fotografi

Namanya momen natal pastinya tak lengkap jika tidak diabadikan. Hal ini membuat bisnis jasa fotografi sangat menggiurkan. Dengan adanya jasa fotografi, tentunya akan membuat hasil foto di momen natal lebih bagus. Selain foto, kamu sekaligus bisa memberikan paketan edit dan cetak foto dengan berbagai ukuran, baik di album atau bingkai.

Tips: Buat contoh beberapa foto dan paketan harga foto per jam atau harian. Siapkan satu tim dengan 2 atau 3 orang agar pengerjaan foto bisa lebih maksimal.

Kurang Modal Bisnis? Inilah Solusinya

Pinjaman KTATak Usah Pusing Memikirkan Kurangnya Modal Kalau Ada KTA

Kadang-kadang setelah dihitung-hitung, dana yang diperlukan sebagai modal bisnis lumayan besar. Syukurlah jika simpanan uang yang dimiliki mencukupi sebagai modal bisnis.

Bagaimana kalau modalnya kurang? Inilah yang jadi kendala bagi sejumlah orang dalam memulai bisnis. Kurangnya modal bisnis jangan sampai membuat cita-cita mempunyai bisnis sendiri kandas alias cuma sebatas ide.

Nah, jika mengalami hal ini, ada baiknya Anda melirik KTA sebagai solusinya. Kenapa? Di samping merupakan pinjaman yang disediakan bank, bunga yang ditawarkan KTA terbilang ringan dan tenor pembayaran cicilannya terbilang lama. Dengan plafon pinjaman hingga Rp200 juta, Anda bisa mengajukan pinjaman dengan bunga mulai dari 0,89% dan tenor pembayaran cicilan hingga 60 bulan.

Ambil contoh misalkan Anda butuh modal Rp60 juta untuk membuka bisnis. Sialnya Anda hanya memiliki Rp30 juta. Jika menggunakan KTA untuk menutupi kekurangannya, Anda cukup membayar cicilan sebesar Rp767 ribu per bulan dengan tenor pembayaran selama 60 bulan yang bunganya 0,89%. Bagaimana? Nilai cicilan KTA ekonomis, bukan?

Pilihlah Bisnis yang Cocok dan Jalankan dengan Optimal

Dari beberapa bisnis di atas, pilihlah salah satu yang cocok untuk Anda jalankan. Sekali telah menetapkan pilihan, jalankan bisnis tersebut dengan optimal. Jauhkan diri Anda dari rasa pesimis andaikan belum mendapatkan pelanggan setelah 3-4 hari bisnis dijalankan. Barangkali ada yang salah dalam cara Anda mempromosikan atau memperkenalkan apa yang Anda jual.

Kalau sudah begitu, segera perbaiki. Sedikit agresif dalam memasarkan menjadi tindakan yang masuk di akal dalam menjalankan bisnis musiman, seperti bisnis Natal ini. Optimalkan sosial media untuk memasarkan jualan Anda. Lakukan yang terbaik, mulailah berbisnis.

7 HAL YANG HARUS DIINGAT KETIKA ORANG KRISTEN BERBISNIS

Bisnis adalah serangkaian usaha yang dilakukan untuk mendapat laba atau keuntungan dengan cara menawarkan jasa atau barang tertentu. Hal ini sering kita jumpai dikehidupan sehari-hari dan mungkin kamu juga salah satu orang yang melakukan kegiatan bisnis ini. Mulai dari jualan online, toko, perusahaan, kantoran, reseller, dan lain-lain, pasti hal itu sudah enggak asing lagi di telinga kita kan..

Berbisnis sendiri merupakan salah satu cara untuk mendapatkan uang yang dipercaya sangat efektif. Dengan dibantu kemajuan teknologi yang makin maju, semakin mudah juga seseorang untuk memulai bisnis. Namun, kegiatan ini banyak dilakukan dengan cara kerja yang salah. Banyak orang yang akhirnya menjadi terlalu terfokus pada bisnisnya dan melupakan Tuhan. Banyak terjadi penipuan-penipuan yang sangat merugikan. Banyak yang akhirnya rela “membunuh” bisnis sesamanya. Semua itu rela mereka lakukan hanya untuk memajukan bisnisnya. Karena kejadian itu, mulai munculah pertanyaan bagaimanakah orang Kristen seharusnya melakukan bisnis? Apakah yang dosa dan bukan?

Berikut adalah kata Alkitab tentang batasan bisnis bagi orang Kristen:

1. Ulangan 8:18 – Kekayaan berasal dari Allah

“Kekayaan harus digali dan dicari dengan jerih payah sendir,” itulah yang dipercaya oleh orang-orang zaman ini. Karena dapat kita lihat bahwa makin hari orang hanya akan semakin memperdulikan dirinya sendiri saja. Namun pada kenyataannya, Allah-lah yang memberikan kita kekayaan, bukan dari jerih payah kekuatan kita sendiri saja. Tanpa adanya kehendak Allah, bisnis ataupun pekerjaan yang tangan kita kerjakan tidak akan berhasil.

2. Yeremia 9 :23-24 – Jangan bermegah karena kekayaan yang kita miliki

Seperti yang kita ketahui, kekayaan yang kita miliki saat ini, mau itu rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita gunakan, ataupun uang yang kita miliki dan gunakan semuanya adalah milik Allah yang Ia titipkan dan perbolehkan kita untuk gunakan. Banyak orang yang menjadi sombong dengan apa yang ia miliki dan dengan apa yang sudah ia capai. Seharusnya dengan apa yang sudah dipercayakan Allah kepada kita, orang-orang dapat melihat adanya kemuliaan Allah di dalam kehidupan kita.

3. Lukas 12:15 – Hidup bukan tergantung pada kekayaan yang ada

Dengan kekayaan yang kita miliki, kita dapat melakukan hal – hal yang kita inginkan. Seperti membeli barang yang kita mau, jalan ketempat yang kita suka, dan hal-hal lainnya. Tapi hidup kita sendiri tidaklah tergantung pada harta yang kita miliki. Hidup kita hanyalah bergantung kepada Allah. Walaupun bergelimangan harta tapi jika Tuhan tidak menyertai, maka hidup kita juga tidak akan tenang.

4. 1 Timotius 6: 9-10 – Kekayaan dapat mencelakakan seseorang

Tidak jarang kita dengar adanya orang-orang yang rela menghalalkan berbagai cara untuk mendapat keuntungan atau laba yang besar. Salah satunya adalah dengan mencoba “membunuh” bisnis orang lain, bersaing yang terlalu ekstrim, hingga benar- benar membunuh saingannya. Banyak juga yang akhirnya menjadi terlalu terfokuskan pada bisnis dan melupakan Tuhan dan keluarganya. Hal- hal inilah yang harus kita hindari dalam melakukan bisnis.

5. Markus 10:23-25 – Saat ingin masuk kekerajaan Sorga, kita harus rela meninggalkan semua kekayaan duniawi kita.

Saat sudah terbiasa untuk memiliki kekayaan yang melimpah, atau sudah dengan susah payah mencoba mengumpulkan kekayaan duniawi, kita memiliki kemungkinan untuk tidak rela meninggalkan semua kekayaan itu. Yang kita harus ingat adalah bahwa semua kekayaan yang kita punya ini adalah dari dan milik Allah. Sebanyak apapun yang kita miliki di dunia tidak ada seberapanya dengan apa yang Allah miliki dan sudah siapkan di surga.

6. Malekakhi 3 :8 -10 – Tetap harus ingat untuk mengembalikan persepuluhan yang milik Tuhan

Tiap gereja selalu mengajarkan tentang persepuluhan yang harus diberikan tiap bulannya. 10 % dari apa yang sudah Allah berikan untuk kita dalam bulan itu harus dikembalikan ke Rumah Allah (gereja). Namun, nyatanya masih banyak orang yang tidak mematuhi hal ini. Saat Tuhan memberkati kita dengan 5.000.000 kita harus taat mengembalikan 500.000. Karena persepuluhan sendiri merupakan hal yang Allah sendiri sampaikan untuk tetap kita lakukan. Oleh karena itu, hendaklah kita tetap mematuhi hal ini ya..

7. Amsal 15 :27 – Tidak boleh tergoyahkan untuk menerima suap

“Bayar aja..” itu yang sering kita dengar jika ingin mempercepat suatu hal. Tradisi suap ini sudah berlangsung jauh sejak zaman Yesus. Dengan uang, orang terkadang menjadi seenaknya saja. Suap sendiri bisa dapat berupa uang, makanan, barang, dan hal- hal lainnya. Sebagai orang kristen, kita harus bisa menjaga hati kita untuk tidak tergoda dengan suap yang akan diberikan. Maupun mungkin kita sedang berada di masa yang sulit atau terdesak, kita harus tetap mengandalkan Allah, bukan mengandalkan suap.

Jadi Tuhan sendiri tidak ada melarang orang Kristen untuk melakukan bisnis, namun Tuhan ada memberikan batasan – batasan yang harus tetap kita patuhi.. Untuk kalian yang melakukan suatu bisnis.. jangan lupakan hal- hal diatas ya. 🙂

DAPATKAH DENGAN BISNIS MEMULIAKAN ALLAH?

Bagi banyak orang Kristen mendikotonomikan tentang sebuah pekerjaan dengan dua golongan besar yaitu pekerjaan secara Sekuler dan pekerjaan non sekuler.  Pekerjaan Sekuler biasanya didefinisikan dengan pekerjaan diluar kerohanian atau pelayanan. Hal ini yang membuat paradigma bahwa Bisnis menjadi pekerjaan yang tidak rohani, karena ada banyak persaingan yang tidak sehat, yang hanya mementingkan Laba dan berbau kejahatan lainnya. Sedikit sekali orang berpikir secara naluriah bahwa bisnis bersifat baik secara moral.

Ada banyak cerita perusahaan-perusahaan raksasa tersangkut skandal-skandal bisnis dengan bertindak tidak jujur, penggelapan pajak dan melakukan kegiatan illegal. Skandal-skandal itu telah membuat orang lebih curiga bahwa dalam bisnis ada sesuatu yang secara bawaan cenderung kepada pelanggaran. Jadi ide bisnis sendiri diliputi awan gelap kecurigaan. Tetapi benarkah demikian??

Ketika Orang Kristen ditanya,”Bagaimana kamu dapat melayani Allah dengan hidupmu ?” Jarang kita dengar jawaban mereka adalah, “Masuk dalam dunia bisnis.” Ketika sesesorang menjelaskan tentang pekerjaan bisnisnya, jarang orang berkata, wah itu cara hebat untuk memuliakan Allah!” Kita sadar bagi kebanyakan  orang ungkapan “memuliakan Allah” berarti ungkapan gerejawi bukan ungkapan dalam dunia bisnis. Mereka akan berpikiran tentang menyanyikan pujian atau penyembahan, ibadah, mengucap syukur, penginjilan, menyumbangkan uang untuk penginjilan dsb. Mereka melupakan pekerjaan lainnya seperti bisnis bisa juga memuliakan Allah

Sebenarnya Yang menjadi masalah adalah orangnya yang melakukan bisnis bukan bisnisnya itu sendiri yang bermasalah. Kalau kita sebagai orang percaya berbisnis, berarti tidak berbisnis secara duniawi atau memakai system dunia yang menentang hukum Allah. Tuhan mau supaya karakterNya tercermin dalam hidup kita. Mengapa manusia memiliki dorongan naluri untuk bekerja, memproduksi, mencipta, memperoleh, dan melakukan ribuan kegiatan lainnya karena manusia “meniru” Allah itu sendiri, artinya Manusia diciptakan menurut GambaranNya.

Gen 1:27  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Diciptakan menurut gambar Allah berarti menjadi seperti Allah dan mewakili Allah dibumi. Tuhan gembira memandang kita dan melihat cerminanNya ada dalam diri kita. Setelah Allah menciptakan Adam dan Hawa,

Gen 1:31  Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam

Conform dengan apa yang ditulis  Paulus dalam Efesus 5,

Jadilah peniru-peniru Allah, seperti anak-anak yang kekasih (Ef. 5:1, NIV)

Ide meniru Allah ini menjelaskan banyak perintah dalam Alkitab. Sebagai contoh,”Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (1 Yoh 4:19). Atau “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Ptr. 1:16), Yesus mengajarkan,” Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:36).

Ia juga berkata,”Karena itu haruslah kamu sempurna , sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna’ (Mat 5:48). Allah ingin kita menjadi seperti Dia.

Kalau dasar-dasar Firman ini kita jalankan dalam dunia bisnis maka otomatis kita bisa memuliakan Allah dengan bisnis kita. Banyak orang justru tidak dirugikan namun terberkati dengan bisnis yang kita jalankan. Apakah susah ketika kita sudah masuk dalam dunia bisnis dan menjadi “peniru-peniru” Allah ? Dan lagi ,Kebanyakan bisnis yang ada memakai system duniawi, apakah kita sebagai orang percaya bisa merubahnya? Atau justru malah terjerat dengan system tersebut?

Ketika kita menjalankan bisnis tidak di area “abu-abu” maka pasti Tuhan akan tolong dengan caraNya yang ajaib. Yang saya maksud Area “Abu-abu” adalah kita pakai system rohani namun juga pakai sitem dunia , yang bertujuan mencari untung dan amannya saja. Pembisnis yang seperti ini bisa saja berhasil menurut ukuran Bisnis, namun dikatakan gagal menurut pandangan Allah, karena tidak bisa memuliakan Allah dengan bisnisnya. Jadi jangan suam-suam kuku dalam berbisnis, jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak, selebihnya dari si jahat.

Berpegang teguh kepada firman Allah dan menjadi peniru Allah, adalah kunci keberhasilan bisnis kita. Tuhan pasti memberkati bisnis kita karena kita menjadi pribadi yang menyerupaiNya. Sekarang kita bisa menjawab dengan yakin, kalau ditanya “ dapatkah Bisnis memuliakan Allah?” Bisa!!

Apakah hal-hal seperti laba, persaingan, uang, dan kepemilikan barang selalu dinodai kejahatan? Atau , apakah semua itu merupakan hal-hal yang bersifat netral secara moral belaka dan dapat digunakan untuk kebaikan atau kejahatan? Semua hal itu bersifat baik secara mendasar dan diberikan Allah kepada umat manusia, tetapi semua hal itu juga mengandung banyak godaan kepada penyalahgunaan dan pelanggaran. Kita dapat bertanya bagaimana semua itu membuka kesempatan unik untuk memuliakan Allah. Kita akan mendapati bahwa dalam setiap aspek bisnis ada banyak lapisan kesempatan untuk memuliakan Allah, dan juga banyak godaan untuk berdosa. Kuncinya adalah tetap pegang KOMITMEN untuk berbisnis sesuai etika dan kaidah Firman Allah. (sumber : Wayne Grudem)

                                                                    KIM ZE