“PERBUATAN BAIK NAMUN
MENDATANGKAN MURKA TUHAN”
By. Dr. Robert Agung, M.Pd.K.,D.Min

2 Sam 6:6-7 (TB) (6) Ketika mereka
sampai ke tempat pengirikan
Nakhon, maka Uza mengulurkan
tangannya kepada tabut Allah itu,
lalu memegangnya, karena lembulembu itu tergelincir. (7) Maka
bangkitlah murka TUHAN terhadap
Uza, lalu Allah membunuh dia di
sana karena keteledorannya itu; ia
mati di sana dekat tabut Allah itu.
וַיָּבֹ֖אוּ עַד־ גֹּ֣רֶ ן נָכ֑וֹן וַיִּשְׁלַ֨ח :(Hebrew(
עֻזָּ֜א אֶל־ אֲר֤וֹן הָֽאֱלֹהִ ים֙ וַיֹּ ֣אחֶז בּ֔וֹ כִּ֥י שָׁמְ ט֖וּ
הַבָּקָֽר׃
(Trans): Wayyavo’u ‘ad- goren
nakhon wayyis’lakh ‘uzza’ ‘el-‘aron
ha’elohim Wayyo’khez bo ki
shametu habaqar.
וַיִּֽחַר־ אַ֤ף יְהוָה֙ בְּעֻזָּ֔ה וַיַּכֵּ֥הוּ :(Hebrew(
שָׁ֛ם הָאֱלֹהִ ֖ים עַל־ הַשַּׁ֑ל וַיָּ֣מָת שָׁ֔ם עִ֖ם אֲר֥וֹן
הָאֱלֹהִ ֽים׃
(Trans): Wayyichar aph Yehowah be
‘uzza wayyakkehu sam ha’elohim
‘al hashshal wayyamat sam ‘im
‘aron ha’elohim.
Dalam pemikiran kita, semua
perbuatan baik yang kita lakukan
pasti menyenangkan hati Tuhan!
Namun pernahkah terlintas dalam
bayangan kita, bahwa terkadang
perbuatan baik yang kita lakukan
justru dapat mendatangkan murka
Tuhan kepada kita, mengapa?
K a r e n a P E R B U ATA N B A I K
(KEBAIKAN) BELUM TENTU
BENAR (KEBENARAN). TETAPI
KALAU MELAKUKAN YANG
BENAR (KEBENARAN) SUDAH
PASTI BAIK (KEBAIKAN)!
Contohnya: UZA anak ABINADAB.
Dalam cerita yang dikisahkan
dalam kitab kedua Samuel ini, kita
mendapatkan gambaran tentang
tindakan Uza anak Abinadab yang
ingin menyelamatkan tabut Allah
yang hendak jatuh dari atas kereta
yang ditarik oleh lembu sebagai
akibat karena tergelincirnya lembulembu itu. Niatan yang baik dari
Uza untuk menyelamatkan tabut
Allah supaya tidak jatuh ini,
ternyata justru diganjar dengan
hukuman dari Allah yakni dengan
membunuhnya pada saat itu juga!
Pertanyaannya adalah mengapa
perbuatan baik Uza ini diganjar
dengan HUKUMAN MATI dari
Allah? Karena perbuatan baik
Uza bertentangan dengan
HUKUM TUHAN (KEBENARAN)!
‣ Kata kuncinya dalam ay.7 ל־ַע
לַ֑שַּׁה’ — al hashshal (LAI): “krn
keteledorannya itu”
(NIV): “Because of his irreverent
act” (krn perbuatannya yang tidak
menaruh hormat sepatutnya).

Mengapa Uza bisa melakukan
“AL HASHSHAL” (Perbuatan
yang tidak menaruh hormat yang
sepatutnya)? Dalam ayat.6
— וַיִּשְׁלַ֨ח עֻזָּ֜א אֶל־ אֲר֤וֹן dijelaskan
“Wayyislach ‘uzza ‘el ‘aron
ha’elohim”, (LAI): maka Uza
m e n g u l u r k a n t a n g a n n y a
kepada tabut Allah itu.
Uza melanggar hukum Tuhan! Yang
terdapat dalam bil 4:15; 7:9 yaitu:
1. Tuhan telah berfirman bahwa
hanya keturunan-keturunan
Kehat yang telah dikuduskan
yang harus membawa tabut
perjanjian pada pundak mereka.
2. Mereka yang memegang tabut
akan mati!
Disini ada 3 pelanggaran yang
dilakukan Uza:
1. Membawa tabut dengan kereta
baru & bukan membawanya
pada pundak Uza & Ahyo.
2. Yang membawa tabut bukan
keturunan KEHAT.
3. Memegang tabut!
Mengapa Uza bisa melakukan
pelanggaran terhadap hukum
TUHAN? Karena Uza TIDAK
MEMPUNYAI PENGETAHUAN
tentang KEBENARAN (hukum
Tuhan / Taurat) dan ini berbahaya!
נִדְ מ֥וּ עַמִּ ֖י מִבְּלִ֣י הַדָּ ֑עַת (6a:4 Hos) (Heb(
— “Nidmu ‘ammi mib’li hadda’at”
(NIV): my people are destroyed
from lack of knowledge:…
(LAI) (UmatKu binasa krn tdk
memiliki pengetahuan);…
Bagaimana bisa seorang Uza tidak
memiliki pengetahuan tentang
kebenaran? Karena Uza tidak
merenungkan (belajar) Taurat Tuhan
siang dan malam (Yos 1:8) dan
akibatnya mengalami kegagalan
dan kehancuran yang berujung
pada kebinasaan!
Peristiwa Uza ini mengajarkan
kita bahwa:
1. P E R B U ATA N B A I K h a r u s
dilakukan BERLANDASKAN
D A N B E R D A S A R K A N
KEBENARAN AKAN HUKUM
TUHAN! Karena hukum Tuhan
adalah PEDOMAN umat Tuhan
u n t u k m e l a k u k a n s e g a l a
kegiatan!
2. Semangat dan giat untuk
melakukan atau melayani
pekerjaan Tuhan itu baik,
namun harus dibarengi dengan
pengetahuan yang benar! Dan
untuk memiliki pengetahuan
y a n g b e n a r m a k a h a r u s
BELAJAR DENGAN BENAR
SESUAI PROSEDUR YANG
BERLAKU dengan tujuan untuk
memperlengkapi diri supaya
pekerjaan Tuhan tidak dirugikan
(terhambat) sebagai akibat
k a r e n a k u r a n g n y a a t a u
minimnya PENGETAHUAN kita
TENTANG HUKUM TUHAN!
3. Jangan menilai dan mengukur
standar pekerjaan Tuhan atau
pelayanan dengan standar
pikiran kita manusia, tetapi
nilailah dan ukurlah dengan
standar kebenaran firman Allah
melalui kuasa Roh Kudus, spy
kita tetap berada di jalur yang
b e n a r, s e h i n g g a t i d a k
membawa dampak yang dapat
merugikan diri kita sendiri dan
juga orang lain.

Hal’luyah ‘ Amen   — הַלְלוּי ָהּ אָמֵן

Hati dan Penyakit Mental


By Pdm. Dr. Robert Agung, M.Pd.K.,D.Min

Yer 17:9 (TB) Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
(KJV): The heart is deceitful above all things, and desperately wicked: who can know it?
(Hebrew): עָקֹ֥ב הַלֵּ֛ב מִכֹּ֖ל וְאָנֻ֣שׁ ה֑וּא מִ֖י יֵדָעֶֽנּוּ׃
(Trans): ‘aqov (licik) hallev (hati) mikkol (di atas segala sesuatu) we’anush (dan sangat durjana) hu’ (ialah) mi (siapa) yeda’ennu (bisa mengetahuinya)

Mengapa byk org bisa mengalami PENYAKIT MENTAL ?
Kita akan melihatnya dari PERSPEKTIF TEOLOGIS!

KUNCINYA: Krn tdk mampu MENJAGA HATI!

Ams 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
(KJV): keep thy heart with all diligence; for out of it are the issues of life
(Hebrew): מִֽכָּל־ מִ֭שְׁמָר נְצֹ֣ר לִבֶּ֑ךָ כִּֽי־ מִ֝מֶּ֗נּוּ תּוֹצְא֥וֹת חַיִּֽים׃:
(Trans): mikal (dengan semua) mishmar (ketekunan) netsor (menjaga) libekha (hatimu) ki (karena) mimmennu (terpancar dari situ) tots’ot (masalah) khayyim (hidup)

Perhatikan kata “HATIMU” dalam teks Ibrani menggunakan kata לִבֶּ֑ךָ (Libekha)! לִבֶּ֑ךָ (Libekha) dari kata לֵב (Lev) artinya PIKIRAN, KEHENDAK, MANUSIA BATINIAH. Jadi לֵב (Lev) digunakan (secara kiasan) sangat luas untuk PERASAAN, KEMAUAN dan bahkan KECERDASAN (QUOTIENT / INTELLIGENCE)! Jadi jika berbicara menyangkut לֵב (Lev) yg diterjemahkan LAI sbg “hati”, maka sebenarnya kata לֵב (Lev) ini berhubungan dgn organ ”OTAK MANUSIA” dan bukan ORGAN JANTUNG. Dan kita tahu bhw otak manusia terbagi atas dua bagian yakni otak kiri yg menangani aspek pembelajaran yg sifatnya “akademik” spt proses bahasa dan matematis, pemikiran logis, sikuensi, dan analisis. Dan otak kanan yg menangani kegiatan “kreatif” menggunakan prosa, ritme, musik, impresi visual, warna dan gambar. (Berpikir metaforik mencari analogi dan pola).

Dalam Ams 24:10 (TB) dikatakan “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.”
(KJV): If thou faint in the day of adversity, thy strenght is small
(Hebrew): הִ֭תְרַפִּיתָ בְּי֥וֹם צָרָ֗ה צַ֣ר כֹּחֶֽכָה׃
(Trans): Hitrappita ([jika] engkau lemah) beyom (di hari) tsarah (kesukaran) tsar (kecil) kochechah (kekuatanmu).
Tapi yang sangat menarik disini utk diperhatikan adl salah satu terjemahan versi ARAMAIC BIBLE IN PLAIN ENGLISH yg diterjemahkan sbg berikut: “Affliction will drive the evil in the day of distress.”(Penderitaan akan mendorong kejahatan pada hari kesukaran).
Pertanyaannya adl, mengapa tawar hati diterjemahkan oleh Aramaic Bible in Plain English sbg Affliction (Penderitaan)? Mari kita simak dari teks Hebrew!!! הִ֭תְרַפִּיתָ (Hitrappita) akar katanya adl רָפָה (raphah) yg artinya dalam konotasi negatif adl tenggelam (dlm ketakutan); dlm kiasan mutlak = kehilangan hati (hilang akal sehat), kehilangan energi (tidak berdaya).

Jadi kata רָפָה (raphah) menunjukkan keadaan mengendur (dalam banyak aplikasi, literal atau kiasan). Nah, orang yg tawar hati adl orang yg tenggelam (dalam ketakutan) karena kehilangan akal sehat sehingga kadar imannya mjd kendur, dan ketika imannya kendur (goyah) ia akan melakukan hal2 yg tidak sesuai atau bertentangan dgn firman Tuhan (kejahatan)! Hal ini lah yg kemudian diterjemahkan oleh Aramaic Bible.
Mari kita lihat contohnya dalam kisah Alkitab (1 Samuel 17:1-11)! Kita baca keseluruhan dan kemudian kita FOKUS pada ayat 11 (TB) Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.
(KJV): When Saul and all Israel heard those words of the Philistine, they were dismayed, and greatly afraid.
(Hebrew): וַיִּשְׁמַ֤ע שָׁאוּל֙ וְכָל־ יִשְׂרָאֵ֔ל אֶת־ דִּבְרֵ֥י הַפְּלִשְׁתִּ֖י הָאֵ֑לֶּה וַיֵּחַ֥תּוּ וַיִּֽרְא֖וּ מְאֹֽד׃
(Trans): wayyishma’ (Dan ketika didengar) Sha’ul (Saul) wekhal (dan segenap) yisra’el (Israel) et-divre (perkataan) happelishti (dari orang Filistin) ha’elleh (itu) wayyechattu (maka cemaslah hati mereka) wayyir’u (dan ketakutan) me’od (sangat).
Perhatikan kata (וַיֵּחַ֥תּוּ: wayyechattu), kata ini berasal dari kata חָתַת (chathath) yg artinya hancur, cemas hati. Dlm salah satu akar primitif, kata (חָתַת: chathath) dimaksudkan yakni BERSUJUD KRN DITINDAS OLEH KEBINGUNGAN DAN KETAKUTAN KRN AKAN DIHANCURKAN DGN KEKERASAN.
Jadi dr kata (חָתַת: chathath) ini dapat kita gambarkan bahwa Saul pada wkt itu bersembunyi dgn cara duduk berjongkok dgn lutut menyentuh tanah dan muka yg hampir juga menyentuh ke tanah (ketika melihat dan mendengar tantangan Goliat)!
Apa yg dilakukan oleh Saul ini, adalah suatu KEJAHATAN krn bertentangan dgn perintah dalam 613 מִצְווֹת (Mitswot). Dimana kita tahu dari 613 מִצְווֹת (Mitswot) ini dibagi mjd dua kategori yakni 248 מצות עשה – “MITSWOT ‘ASEH” (Perintah Positif) dan 365 מצות לא תעשה – “MITSWOT LO TA’ASEH” (Perintah negatif / larangan), dan Saul telah melanggar מִצְווֹת (Mitswot) yg salah satunya yakni Mitswot tentang perang yaitu nomor yg ke 598 “tdk takut atau panik dalam menghadapi musuh.”

PERTANYAANNYA ADL MENGAPA SAUL SAMPAI BISA BERTINDAK SPT ITU? Jawabannya adl “Krn secara PSIKOLOGI Saul sdh kalah!” Ia kalah krn PSYWAR, kalah krn TERINTIMIDASI!
Mengapa Saul bisa kalah scr Psikologi? Saul tdk dapat mengontrol emosinya (emosinya labil) krn kecerdasan emosinya (EQ) rendah! Daniel Goleman menjelaskan kecerdasan emosi (EQ) adl kemampuan utk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan org lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dgn baik pada diri sendiri dan dlm hubungan dgn org lain. Krn itu meskipun kecerdasan akademik (academic intelligence) / IQ tinggi, tetapi bila kecerdasan emosi (EQ) rendah, tdk byk membantu. Mengapa demikian? Penyebabnya adl pada sistem pengaman otak, stem system atau otak-reptil. Otak-reptil ini terletak di lapisan plg dlm dr otak. Pada situasi aman ia bekerja dgn normal, spt biasanya. Sdgkan pada situasi yg berbahaya, otak bekerja dgn sgt cepat, jantung berdegup lebih cepat, pernapasan lebih cepat, dan mengerahkan seluruh kekuatan utk melawan bahaya atau MELARIKAN DIRI UTK MENGHINDARI BAHAYA! Krn itu ketika dlm situasi terancam, otak-reptil akan memberontak. Beberapa hal yg termasuk mengancam otak-reptil adalah KETAKUTAN ATAU KECEMASAN (חָתַת: chathath).

Dgn demikian Kecerdasan emosi (EQ) mencakup kemampuan2 yg berbeda, tetapi saling melengkapi dgn kecerdasan akademik (academic intelligence), yaitu kemampuan2 kognitif murni yg di ukur dgn IQ. Dua macam kecerdasan yg berbeda ini IQ dan EQ mengungkapkan aktivitas bagian2 yg berbeda dlm otak. Kecerdasan intelektual (IQ) terutama didasarkan pada kerja neokorteks, lapisan yg dlm evolusi berkembang paling akhir di bagian atas otak. Sdgkan pusat2 emosi berada di bagian otak yg lbh dlm, dlm subkorteks yg scr evolusi kuno; Kecerdasan emosi (EQ) dipengaruhi oleh kerja pusat2 emosi ini, tetapi dlm keselarasan dgn kerja pusat2 intelektual (IQ).

PERTANYAAN SELANJUTNYA ADL APA YG MEMBUAT EQ SEORG SAUL RENDAH SHG MEMBUATNYA MENGAMBIL TINDAKAN YG TDK MENUNJUKKAN SESEORG YG MEMILIKI INTELEKTUAL (IQ) YG BERKUALITAS? Krn sbg seorg pemimpin Saul tdk memiliki SQ (Spiritual Quotient) atau yg skrg oleh para pakar Psikologi diistilahkan SI (Spiritual intellegence) “KECERDASAN ROHANI!”
Mengapa SQ “Kecerdasan Rohani” begitu sgt penting?
PERTAMA; Kecerdasan intelektual (IQ) adl syarat minimum kompetensi. Sementara utk mencapai prestasi puncak, kecerdasan rohani (SQ) lebih besar berperan. Krn itu utk mencapai hasil istimewa, kecerdasan spiritual (SQ) perlu dikembangkan dgn optimal!
KEDUA; SQ adalah kecerdasan utk memahami dan memecahkan persoalan “makna” dan “nilai.” Kecerdasan utk menempatkan perilaku dan hidup dlm konteks kehidupan yg lebih kaya dan lebih luas, shg mampu menempatkan kehidupan seseorg mjd bermakna dan bernilai. Bentuk SQ yg mudah dipahami adalah “Nurani,” yg digunakan utk berhubungan (terkoneksi) dgn Tuhan, shg SQ berperan penting menggerakkan dan mengarahkan IQ (kecerdasan intelektual) dan EQ (kecerdasan emosional)!
Seorang ahli saraf USA yg bernama “Ramachandran”(Universitas California) telah menemukan “God Spot” (titik Tuhan) dlm otak manusia, yg mjd pusat Spiritual. Pusat spiritual yg terpasang ini terletak diantara hubungan2 saraf dalam cuping2 temporal otak. Melalui pengamatan terhadap otak dgn topografi-emisi-positron, area2 tersebut akan bersinar manakala subyek penelitian diarahkan utk mendiskusikan topik spiritual atau agama. Begitu juga dgn Dr. Dimitri Mahayana seorang guru besar di ITB, menunjukkan beberapa ciri orang ber-SQ tinggi. Beberapa diantaranya adalah memiliki PRINSIP dan VISI YG KUAT, mampu memaknai setiap sisi kehidupan, dan MAMPU MENGELOLA dan BERTAHAN DALAM KESULITAN DAN PENDERITAAN. Apa yang disampaikan oleh Dr. Dimitri Mahayana ini mengingatkan kita tentang adanya ungkapan yg menyatakan bahwa kesulitan dan penderitaan adl hadiah dari Tuhan bagi org yg dikasihi-Nya.
Dalam Roma 5:3-5 (TB) dikatakan; “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam HATI kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

Dari kebenaran firman Tuhan ini kita dapat belajar bahwa penderitaan dan kesulitan mempunyai pengaruh menyempurnakan, mengganti, dan mengubah. Penderitaan dan kesukaran dapat mengubah sesuatu yg lemah mjd kuat, yg rendah mjd tinggi, dan mentah mjd matang. Penderitaan dan kesukaran mempunyai karakteristik menjernihkan, menghilangkan berbagai kotoran dan kekeruhan. Ujian penderitaan dan kesukaran juga bermakna membuat sesuatu layak menerima karunia lbh tinggi. Pada saat kecakapan seseorg akan meningkat, byk ujian yg hrs dilaluinya. Bagi yg tdk mampu melewati penderitaan dan kesulitan, ia tdk layak naik tingkat. Dgn penderitaan dan kesukaran menumbuhkembangkan dimensi spiritual manusia. Dgn penderitaan dan kesukaran, SQ lebih tajam dan matang. SQ mampu mentransformasikan kesukaran mjd suatu medan penyempurnaan dan pendidikan spiritual yg bermakna. Semakin byk kesukaran semakin mematangkan SQ. Dgn demikian SQ justru memicu seseorg maju, ketika yg lainnya mundur.

Krn itu sangat penting bagi seseorang untuk memiliki dan mengaplikasikan KECERDASAN SQ! Mengapa? PERTAMA; Krn Kecerdasan intelegensi (IQ) dapat menghasilkan gagasan atau ide yg brilian dan rencana yg bagus. Tetapi realisasi dr gagasan/ide, dan keterlaksanaan rencana yg bagus tsb, sgt kuat dipengaruhi oleh kecerdasan emosi (EQ). Dan apakah prosesnya dan hasilnya mengandung nilai2 kebenaran dan kebaikan, sgt kuat dipengaruhi kecerdasan rohani (SQ). KEDUA; Kecerdasan emosi (EQ) dpt mendorong kecerdasan intelegensi (IQ) menganalisis masalah dan menghasilkan alternatif pemecahan masalah scr kreatif. Dan dgn menggunakan kecerdasan rohani (SQ) dlm proses pengambilan keputusan, akan diperoleh keputusan yg terbaik. KETIGA; Ketidakmampuan mengelola emosi (dlm keadaan emosional), dpt merusak kecerdasan intelegensi. Tetapi pd saat kecerdasan spiritual (SQ) terganggu, maka kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan intelegensi (IQ) akan sulit berperan scr efektif!

Permasalahan terbesar Saul dalam hidupnya adalah tidak memiliki SQ (kecerdasan rohani) yg digunakan utk berhubungan (terkoneksi) dgn Tuhan, shg IQ (intelligence quotient) “kecerdasan intelektual” dan EQ (emotional quotient) “kecerdasan emosional” nya begitu buruk dan bermasalah!
Bgmn bisa Saul tdk memiliki SQ (kecerdasan rohani) sdgkan kita tahu bahwa Samuel telah mengurapinya? Krn Saul tidak tunduk pada מִצְווֹת (Mitswot) dan bahkan melanggarnya juga, yakni Mitswot nomor yg ke 587 tentang raja yg berbunyi “seorg raja hrs menulis sendiri hukum Taurat dan jika ada orang lain yg akan menulis, maka ia hrs menulis dua kali.”
Mengapa seorang raja Israel diperintahkan utk menulis salinan hukum Taurat? Tujuannya adl spy mjd habit agar hukum2 Tuhan selalu dibacakan dan direnungkan utk diingat krn tersimpan dalam לֵב (Lev [Pikiran] / ORGAN OTAK – HIPPOCAMPUS) shg terbentuk karakter agar tidak menyimpang dari jalan Tuhan! Saul adl tipe pemimpin tanpa SQ shg mengalami penyakit mental yg tercermin dr EQ yg labil shg mempengaruhi IQ nya dgn bertindak bodoh yg menjatuhkan wibawanya terlebih wibawa dan nama baik Tuhan! Sebab pertempuran Israel melawan bangsa2 Kanaan sesungguhnya menandakan pertempuran antara Allah Israel melawan dewa2 Kanaan!

NB: SEORANG PEMIMPIN YG BAIK ADALAH SEORANG PEMIMPIN YG MEMPERLENGKAPI DIRINYA DGN, SQ, EQ, DAN IQ, SPY MELALUI HIDUPNYA TUHAN DIPERMULIAKAN!

אָמֵן — ‘amen

Daftar Pustaka:

Aramaic Bible in Plain English
Kecerdasan Quantum

PENTINGNYA PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN PERADABAN

Peranan pendidikan sangat besar pengaruhnya dalam membangun peradaban hidup. Pendidikan bertujuan mencetak generasi agar lebih berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu dengan tambahan nilai-nilai moral dan tingkah laku yang terbentuk dari waktu ke waktu.

Peradaban manusia dari awal sejarah sampai hari ini, dipengaruhi oleh seberapa mutu atau baiknya pendidikan yang diajarkan atau diterima oleh masyarakat. Tentunya hal ini tidak lepas dari Rancangan Tuhan yang mempunyai otoritas tertinggi dalam perubahan peradaban manusia.

Tuhan bisa memakai pendidikan dalam keluarga atau di sekolah-sekolah ataupun di institusi-institusi lainnya yang bertujuan untuk mencerdaskan, dan merubah pola pikir sehingga peradabannya semakin maju dari zaman ke zaman.

Lahirnya peradaban dimulai dari zaman batu, zaman perunggu, zaman besi sampai kepada zaman komputerisasi dan media yang semakin hari semakin maju. Perubahan ini tidak lepas dari ilmu pengetahuan yang berkembang hasil dari pembelajaran dari orang-orang yang terpanggil untuk masuk dalam penelitian-penelitian ilmiah sehingga bisa menghasilkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. Misalnya diketemukannya Listrik, lampu pijar, kapal terbang, obatan-obatan, telpon, alat-alat pertanian, computer dll yang membawa pada kemajuan peradaban manusia.

Perkembangan di bidang pertanian akan membawa dampak didirikannya pusat-pusat perdagangan, dan  pabrik-pabrik yang akhirnya akan terbangun sebuah masyarakat baru yaitu lahirnya kota-kota yang akan mengubah perilaku dan gaya hidup manusia. Perkembangan kota-kota ini berarti kemunculannya sebuah peradaban. Peradaban awal muncul pertama kali di Mesopotamia Hulu (3500 SM), diikuti dengan peradaban Mesir di sepanjang sungai Nil (3300 SM) dan peradaban Harappa di lembah sungai Indus (pada masa kini merupakan wilayah Pakistan; 3300 SM).[ Masyarakat tersebut mengembangkan sejumlah karakteristik yang sama, misalnya pemerintahan pusat, struktur sosial dan perekonomian yang kompleks, sistem tulisan dan bahasa yang canggih, dan agama serta budaya yang khas. Aksara merupakan perkembangan penting lainnya dalam perkembangan sejarah manusia, karena mendukung administrasi kota-kota dan membuat pengungkapan gagasan menjadi lebih mudah.(Wikipedia).

Namun dalam Alkitab kita juga bisa belajar dari peradaban manusia dari zaman perjanjian Lama sampai perjanjian baru. Misalnya orang-orang pada zaman Babel, karena bahasanya sama maka mereka ingin membuat Menara babel (yang menurut mereka berarti pintu gerbang allah) dan membangun sebuah kota supaya terkenal. Ini juga contoh perkembangan peradaban karena dipengaruhi oleh pendidikan ataupun pengetahuan manusia. Beda lagi dalam perjanjian Baru yang kehidupannya sudah semakin maju, namun seiring dengan kemajuan pendidikan ataupun pengetahuan maka kejahatanpun juga semakin canggih dan menjadi-jadi.

Perkembangan Ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan baik formal maupun informal selalu ada sisi positif maupun negatifnya tergantung dari motivasi seseorang dalam menggunakannya. Mari kita lihat contoh-contohnya :

  1. Penemuan bahan untuk obat-obatan adalah bertujuan untuk menyehatkan manusia, namun bisa juga dipakai untuk merusak tubuh manusia yaitu dengan penyalahgunaan bahan obat-obatan tersebut. Misalnya Alkohol untuk minuman keras yang memabukan atau bahan2 Narkotik yang membuat manusia menjadi rusak dsb.
  2. Penemuan computer, alat-alat elektronik termasuk handphone bertujuan untuk memudahkan manusia bisa mengerjakan sesuatu dengan cepat, bisa berkomunikasi dengan mudah dan fungsi-fungsi lainnya. Namun kalau kita tahu alat-alat tersebut dipakai untuk kejahatan-kejahatan, misalnya menjadi hacker, melihat film-film porno, mencetak uang palsu dan tindakan-tindakan kejahatan lainnya.
  3. Keahlian dan penemuan operasi plastic mulanya bertujuan untuk memperbaiki dan mengembalikan tubuh manusia ke posisi yang semula. Misalnya rusak akibat kecelakaan, kebakaran ataupun factor kecacatan lainnya. Namun kalau kita lihat perkembangan di zaman ini maka operasi plastik bertujuan untuk mengubah identitas (laki jadi perempuan atau sebaliknya), merubah kodrat yang sudah Tuhan ciptakan dengan sempurna dan merubahnya sedemikian rupa hanya untuk mencari kepuasaan sesuai dengan yang diinginnya.

Masih banyak contoh-contoh lainnya yang awalnya bertujuan untuk kebaikan namun disisi lain juga ada keburukan-keburukannya yang tentunya peradaban manusia semakin maju namun juga bisa semakin rusak.

Apa sekarang yang harus dilakukan manusia khususnya dalam bidang pendidikan supaya manusia semakin baik dan maju bukan malah semakin bobrok dalm perkembangannya?
Pendidikan Karakter adalah jawaban dari masalah tersebut.

Apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter? Adalah suatu ilmu pengetahuan yang berfungsi memperbaiki karakter manusia yang perlu ditanamkan sejak dini guna mencetak generasi yang lebih baik yang sesuai dengan nilai- nilai moral masyarakat yang berdasarkan Ketuhanan.

Keefektifan pendidikan karakter bergantung pada kepercayaan terhadap ajaran-ajaran yang ia dengarkan dari para pendidik. Kita sebagai umat yang percaya kepada Tuhan tentunya akan lebih mudah untuk mengubah perilaku kita berdasarkan Firman Tuhan. Pendidikan karakter ini bisa dimulai dari keluarga, kelompok-kelopok sel, pemuridan dll.

Ketika karakter manusia semakin serupa dengan gambaranNya, maka peradaban manusia juga akan semakin serupa dengan rancanganNya . Perkembangan Ilmu pengetahuan juga akan sesuai dengan fungsinya yaitu untuk memuliakan Tuhan . Walaupun kita harus ingat bahwa Iblispun ingin membangun kerajaannya lewat dunia pendidikan.  Seolah-olah menjadi malaikat terang namun ujung-ujungnya membawa  kepada maut atau merusak peradaban yang dibangun Tuhan.

Mari kita ingat perkataan amsal “ Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Ams 1:7)

 

Jadilah orang yang takut akan Tuhan, maka kita juga akan dipakai untuk membangun peradaban manusia yang sesuai dengan kehendak dan rancangan Tuhan.

 

KIM ZE